Lakoni Final Grand Slam Pertama, Ini Pandangan Cori Gauff

Penulis: Dian Megane
Minggu 05 Jun 2022, 10:34 WIB
Cori Gauff bagikan pandangan usah lakoni final Grand Slam pertama di Paris

Cori Gauff ketika menerima trofi runner up French Open 2022

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Cori Gauff meyakini bahwa kunci dalam gebrakan Grand Slam musim ini terkait mentalitas dan ia mengambil hal positif meski gagal membawa pulang gelar French Open musim 2022.

Petenis peringkat 23 dunia hanya mampu mencuri empat game di final French Open melawan petenis peringkat 1 dunia, Iga Swiatek yang kini mengantongi 35 kemenangan beruntun. Ia merupakan petenis putri termuda yang melakoni final Grand Slam sejak Maria Sharapova melakukannya pada musim 2004 di Wimbledon.

Di sepanjang final French Open, petenis AS melakukan 23 unforced error dan hanya bisa memenangkan 44 persen poin dari servisnya.

Melakoni final terbesar pertama dalam karier mungkin harus dibayar mahal petenis berusia 18 tahun. Tetapi ia menyatakan kenyataan melakoni final French Open tidak seperti yang ia mimpikan dan ia melontarkan sanjungan atas perfoma memukau petenis berkebangsaan Polandia, Swiatek.

“Saya pikir itu sangat berbeda. Saya merasa momennya lebih minimal daripada yang saya pikirkan,” ungkap Gauff.

“Di pertandingan, saya mungkin tampak sangat khawatir, tetapi itu hanya Iga yang terlalu handal. Saya tidak merasa takut. Saya tidak merasa setegang seperti yang saya pikir akan saya rasakan.”

Petenis unggulan ke-18 hanya berhadapan dengan satu petenis unggulan dalam perjalanan menuju final melawan petenis unggulan pertama, Swiatek, yakni di babak keempat ketika ia mundukkan petenis unggulan ke-31, Elise Mertens. Ia juga memetik kemenangan atas Kaia Kanepi, Sloane Stephens, dan Maria Trevisan.

“Saya rasa perjalanan sampai di sini menyadarkan saya bahwa kunci untuk sampai ke final bukan sesuatu dengan permainan saya atau sesuatu yang harus saya perbaiki. Itu lebih kepada mentalitas saya dan bagaimana saya memasuki pertandingan,” tambah Gauff.

“Saya pikir hal itu yang saya pikir adalah perbedaan antara saya memimpikannya dan kenyataan. Itu bukan sesuatu seperti ahli puzzle yang harus anda pecahkan. Anda hanya harus menempatkan benak anda di tempat yang tepat.”

Meskipun petenis AS gagal memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya, ia akan naik ke peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini, peringkat 13 dunia ketika daftar peringkat baru dirilis. Ia telah menjadi petenis putri termuda yang berada di peringkat 30 besar pada saat ini.

Terlepas dari usia yang masih muda, petenis peringkat 23 dunia juga bersinar di Grand Slam setelah ia lolos ke babak keempat dalam tiga kesempata yang berbeda, termasuk lolos ke perempatfinal French Open musim lalu.

“Saya pastinya merasa hal itu akan banyak membantu kepercayaan diri saya. Ketika saya berusia 15, 16, 17 tahun, saya merasakan begitu banyak tekanan untuk melenggang ke final. Kini setelah saya melakukannya, saya merasa sedikit lega,” tutur Gauff.

Namun, tidak ada waktu beristirahat bagi Gauff yang akan kembali ke lapangan kurang dari 24 jam setelah ia harus melakoni final nomor ganda putri bersama rekan senegaranya, Jessica Pegula melawan duo tuan rumah, Caroline Garcia dan Kristina Mladenovic.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Cori Gauff, Iga Swiatek

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/lakoni-final-grand-slam-pertama-ini-pandangan-cori-gauff
816  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini