Khawatirkan Olimpiade, Roger Federer Munculkan Spekulasi Pensiun

Penulis: Dian Megane
Minggu 16 Mei 2021, 21:02 WIB
Roger Federer akan kembali beraksi di Geneva Open 2021

Roger Federer ketika meramaikan Qatar Open di Doha musim 2021

Berita Tenis: Roger Federer menyatakan bahwa keputusan pensiun dari dunia tenis akan menjadi kombinasi beberapa hal, tetapi saat ini ia belum berencana untuk melakukannya.

Petenis berkebangsaan Swiss melewatkan sebagian besar turnamen musim lalu akibat cedera lutut yang mengharuskannya menjalani dua operasi. Operasi kedua dijalankan setelah operasi pertama gagal mencapai hasil yang diharapkan. Sejak saat itu, ia baru melakoni satu turnamen, yakni Qatar Open musim 2021 dengan melaju ke semifinal. Setelah itu, ia memutuskan untuk melewatkan serangkaian turnamen agar fokus dengan latihan.

Mendeskripsikan tenis sebagai keluarga kedua, petenis berusia 39 tahun menyatakan bahwa ia ingin kembali menghidupkan peluangnya untuk melakoni turnamen setelah mengalami cedera. Ia akan kembali beraksi di Geneva Open yang menjadi turnamen clay-court pertamanya dalam dua musim terakhir.

“Saya sangat berhasrat dengan kehidupan turnaemn ini, yang sedikit seperti keluarga kedua saya dan tenis selalu menghibur saya,” aku Federer.

“Akan sulit untuk menyerah tanpa berusaha satu kali lagi demi melihat level mana yang bisa saya capai. Tetapi lutut saya, rasa stres, tuntutan, dan keluarga akan ikut memutuskan.”

Petenis yang telah mengantongi 103 gelar telah mencapai sejumlah prestasi luar biasa, tetapi masih ada satu hal yang belum melengkapi koleksinya, yakni medali emas Olimpiade nomor tunggal. Sampai saat ini ia telah memenangkan medali perak nomor tunggal musim 2012 (kalah dari Andy Murray) dan medali emas nomor ganda musim 2008 bersama rekan senegaranya, Stan Wawrinka.

Sampai saat ini, masih ada kekhawatiran terkait status Olimpiade di Tokyo tahun ini di tengah-tengah pandemi COVID-19 dan kasus terkait virus tersebut yang kembali meningkat di Jepang. Tokyo menjadi salah satu kota di Jepang yang ditetapkan status darurat setidaknya sampai 31 Mei. Selain itu, petisi online untuk membatalkan ajang olahraga internasional telah ditandatangani oleh lebih dari 350.000 orang.

“Jika anda merasa ada begitu banyak penolakan, mungkin akan lebih baik jika tidak dilakukan,” ungkap Federer tentang petisi tersebut.

“Ada banyak orang yang tidak divaksin dan mereka yang menentang perhelatan Olimpiade serta saya tidak yakin harus memikirkan apa. Jika ajang olahraga itu tidak terjadi karena situasi saat ini, saya akan menjadi pihak pertama yang memahaminya,” tukas Federer.

Sebelum Olimpiade, fokus Federer adalah turnamen clay-court. Sebagai petenis unggulan pertama di Geneva Open, ia akan menerima bye di babak pertama dan akan mengawali Geneva Open dengan melawan Pablo Andujar atau Jordan Thompson.

Artikel Tag: Tenis, olimpiade, Geneva Open, Roger Federer

645  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini