Kei Nishikori Optimis Bisa Atasi Tekanan Dan Menangkan Grand Slam

Penulis: Dian Megane
Minggu 06 Des 2020, 17:57 WIB
Kei Nishikori masih berharap untuk memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya

Kei Nishikori ketika berlaga di Roma musim 2020

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Jepang yang kini telah berusia 30 tahun, Kei Nishikori telah berkompetisi di turnamen-turnamen besar sejak musim 2007.

Mengantongi 12 gelar sampai saat ini, petenis peringkat 41 dunia telah menghuni peringkat tertinggi dalam kariernya di peringkat 4 dunia. Pencapaian terbaiknya di Grand Slam adalah ketika ia menjadi runner up di US Open musim 2014. Masih menantikan untuk memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya, ia mengungkapkan tentang tekanan yang muncul bersama target besar tersebut.

Petenis berusia 30 tahun mengakhiri penantian Jepang selama 96 tahun ketika ia memenangkan medali perunggu di nomor tunggal tenis Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016.

Untuk memenangkan medali tersebut, ia mengalahkan Rafael Nadal. Selain itu, ia menjadi satu-satunya petenis putra Jepang sampai saat ini yang pernah menghuni peringkat 5 besar. Tetapi meski telah mencatatkan banyak hasil yang luar biasa, ia tetap mengincar kemenangan terbesar di dunia tenis.

Bagi semua petenis profesional, semua belum lengkap tanpa gelar Grand Slam. Petenis peringkat 41 dunia tidak berbeda dengan petenis lainnya setelah belum memilik trofi tersebut di lemari koleksinya. Tetapi, dengan mengharapkan sesuatu yang besar, muncul konsekuensi yang mengiringinya.

“Saya masih belum memenangkan gelar Grand Slam, saya mendapatkan tekanan tentang hal itu, pelatih saya juga selalu mengatakan tentang hal itu,” ungkap Nishikori.

Namun sebelum mengatasi tekanan, ia merasa optimis bahwa tekad bulat bisa mengantarkannya memenangkan gelar prestisius tersebut.

“JIka anda mencoba hal yang ada di depan mata anda dengan semua usaha anda, berlatih, dan mempersiapkan diri dengan baik secara mental, saya yakin kemenangan akan datang sebagai hasilnya,” tambah Nishikori.

Meskipun ia melewatkan Australian Open musim ini akibat cedera siku, ia mungkin akan melakoninya pada musim mendatang.

Di dunia tenis, seorang petenis diharuskan mengerahkan segalanya di setiap pertandingan demi tetap melangkah di turnamen. Terkadang hal tersebut bisa mempengaruhi stabilitas mental petenis. Bukannya lawan, keseimbangan diri sendiri menjadi lebih penting dalam pertandingan.

“Saya sebenarnya tidak merasakan terlalu banyak tekanan, dari siapa saya seharusnya merasa tertekan, saya tidak tahu. Tetapi yang jelas, saya kadang-kadang merasakan tekanan untuk menang selama pertandingan,” tukas Nishikori.

Terus melangkah maju, Nishikori akan memiliki cukup kekuatan untuk mewujudkan mimpi ketika pada akhirnya ia bisa memenangkan salah satu gelar paling prestisius di dunia tenis. Mengatasi kondisi berat di Australian Open musim 2021 juga akan menjadi faktor kunci untuk memutuskan nasibnya.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Kei Nishikori

1330  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini