Kalah Di Final Adelaide International, Belinda Bencic Akui Cukup Kewalahan

Penulis: Dian Megane
Sabtu 27 Feb 2021, 21:26 WIB
Belinda Bencic [kanan] gagal kantongi gelar turnamen WTA kelima dalam kariernya usai kalah di final Adelaide International 2021

Belinda Bencic [kanan] harus akui Iga Swiatek [kiri] yang superior di final Adelaide International 2021

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Swiss, Belinda Bencic berbagi pikiran tentang hal yang membuat final Adelaide International musim 2021 tampak berat sebelah.

Petenis unggulan kedua mengakui bahwa ia kalah di hadapan Iga Swiatek yang jauh lebih superior di final Adelaide International pada hari Sabtu (27/2) waktu setempat.

Petenis peringkat 12 dunia cukup kesulitan untuk merebut kontrol pertandingan setelah juara French Open musim 2020 memberikan tekanan terhadap servisnya dan menghasilkan winner yang tampak tidak terhenti.

Pertemuan di partai puncak Adelaide International musim ini menjadi pertemuan kedua petenis muda. Petenis berkebangsaan Swiss yang malang sama sekali tidak tahu apa yang menyerangnya ketika petenis berkebangsaan Polandia yang masih berusia 19 tahun, Swiatek menang dengan hasil meyakinkan 6-2, 6-2.

Dalam konferensi pers, petenis yang berharap bisa mengantongi gelar kelima dalam kariernya mengungkapkan bahwa ia merasa sedikit kurang fokus di atas lapangan dan tidak mampu bertahan dengan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan petenis unggulan kelima.

Petenis berusia 23 tahun menambahkan bahwa ia tidak memainkan permainan dengan pola pikir yang sama seperti yang ia lakukan selama melakoni laga semifinal melawan petenis muda AS, Cori Gauff.

Bencic juga mengakui bahwa ia kekurangan visi seperti yang telah membantunya keluar dari lubang jarum ketika melakoni laga tiga set melawan Gauff.

Petenis peringkat 12 dunia merasa gagal untuk menilai kekuatan permainan Swiatek dan ia tidak bisa mengantisipasi di bagian lapangan mana yang diincar petenis berkebangsaan Polandia.

“Saya cukup kewalahan dengan permainannya. Saya tidak pernah tahu ke mana ia akan bermain. Ia bermain seperti, ya, membuat saya kewalahan,” aku Bencic.

Statistik pertandingan bisa menjadi bukti yang menunjukkan di mana letak kesalahan petenis unggulan kedua. Hal yang mungkin menjadi perbedaan besar di antara kedua finalis adalah Swiatek memenangkan 91 persen poin dari servis pertamanya, sedangkan petenis berkebangsaan Swiss hanya mencatatkan 61 persen.

Selain itu, petenis unggulan kelima mengkonversi empat dari enam peluang break point, sementara petenis unggulan kedua sama sekali tidak bisa mengkonversi satu peluang break point pun.

Hasil pertandingan kali ini mungkin hasil yang sesuai dengan juara French Open musim 2020 yang mendominasi pertandingan dari awal sampai akhir.

Artikel Tag: Tenis, Adelaide International, Belinda Bencic, Iga Swiatek

1375  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini