Juarai US Open 2020, Naomi Osaka Lakukan Tribut Untuk Atlet Ini

Penulis: Dian Megane
Minggu 13 Sep 2020, 17:33 WIB
Naomi Osaka berikan tribut bagi Kobe Bryant usai menangkan US Open 2020

Naomi Osaka terlihat mengenakan jersey LA Lakers sambil membawa trofi US Open 2020

Berita Tenis: Setelah mengangkat gelar US Open kedua dalam kariernya di usia masih menginjak 22 tahun, foto pertama Naomi Osaka bukan hanya tentang dirinya, tetapi tentang ikon NBA yang menginspirasinya.

Sambil memegang trofi US Open musim 2020, bintang tenis Jepang mengenakan jersey LA Lakers dengan nomor delapan yang menjadi tribut dirinya bagi Kobe Bryant, mantan pebasket yang secara tragis kehilangan nyawanya akibat kecelakaan helikopter pada awal tahun ini bersama anak perempuannya yang masih berusia 13 tahun.

Caption dari foto yang Osaka unggah di Twitter berisi, “Saya mengenakan jersey ini setiap hari setelah pertandingan saya. Saya benar-benar berpikir bahwa itu memberi saya kekuatan. Selalu.”

Setelah kematian Bryant, ia mendeskripsikannya sebagai mentor dan kakak laki-lakinya. Kedua atlet tersebut mengenal satu sama lain dengan cukup dekat dan bertemu dalam beberapa kesempatan.

Pada Agustus 2019, Bryant memuji juara Grand Slam di Melbourne musim 2019 tersebut dengan menyatakan, “Sangat jarang menemukan atlet di usia seperti itu yang begitu mempercayai kemampuannya.”

“Saya merasa di titik ini, ada hal-hal tertentu yang saya lakukan dan saya harapkan bisa membuatnya (Bryant) bangga,” ungkap Osaka dalam konferensi persnya.

“Ini seperti menghidupkan peninggalannya bagi saya. Saya pikir sungguh mengagumkan bagaimana satu orang bisa menginspirasi begitu banyak orang. Semua orang memiliki kisah yang benar-benar mengesankan tentangnya, hanya dengan menjadi pribadi yang baik, penuh kehangatan.”

Bintang tenis Jepang tersebut juga telah menginspirasi banyak pihak di sepanjang US Open musim ini, khususnya, ketika ia cukup vokal untuk mendukung keadilan sosial. Di awal setiap pertandingan, ia memasuki lapangan dengan mengenakan masker bertuliskan beberapa nama berbeda yang telah menjadi korban rasisme.

Di final, ia mengenakan masker dengan nama Tamir Rice, anak berkulit hitam yang masih berusia 12 tahun dan terbunuh oleh pihak kepolisian pada tahun 2014. Ia menyatakan bahwa tujuan pengenaan masker tersebut adalah menginspirasi orang lain untuk mencari nama-nama korban tersebut dan belajar tentang mereka.

Keberanian juara US Open musim 2018 untuk berbicara tentang keadilan sosial secara terbuka juga menjadi hal yang dekat dengan orang-orang yang berada di sekeliling Osaka yang ibunya berasal dari Jepang dan ayahnya berasal dari Haiti, tetapi tumbuh besar di AS.

“Saya banyak membaca tentang sejarah Haiti. Ayah saya selalu membicarakannya,” tukas Osaka.

“Bagi saya, kekasih saya benar-benar tenggelam dengan membaca banyak hal, jadi, ia telah menyodorkan banyak buku. Saya mencoba untuk tidak mendapatkan informasi dari berita. Saya mencoba untuk membangun opini saya sendiri.”

Sementara itu, dengan kemenangan di Grand Slam yang digelar di Flushing Meadows, New York, Osaka menjadi petenis Asia pertama dalam sejarah yang telah memenangkan tiga gelar Grand Slam nomor tunggal.

Artikel Tag: Tenis, US Open, Naomi Osaka, Kobe Bryant

1713  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini