Jannik Sinner Harus Gunakan Masa Penangguhan Untuk Tingkatkan Kemampuan, Klaim Adriano Panatta

Penulis: Dian Megane
Rabu 15 Apr 2020, 11:24 WIB
Jannik Sinner Harus Gunakan Masa Penangguhan Untuk Tingkatkan Kemampuan, Klaim Adriano Panatta

Jannik Sinner

Berita Tenis: Salah satu mantan petenis handal asal Italia, Adriano Panatta percaya bahwa masa penangguhan turnamen tenis akibat pandemi COVID-19 tidak akan menghalangi perkembangan juniornya, Jannik Sinner.

Panatta yang pernah memenangkan French Open 1976, yakin bahwa Sinner diuntungkan dengan situasi saat ini. Sinner belum melakoni pertandingan kompetitif lagi sejak turun di ajang Challenger yang digelar di Indian Wells pada pekan pertama Maret lalu.

Semua turnamen tenis profesional ditangguhkan setidaknya sampai Juli, tetapi banyak pihak khawatir bahwa penangguhan tersebut akan berlangsung lebih lama. Beberapa federasi tenis telah mempertimbangkan untuk menggelar turnamen mereka sendiri demi memberikan peluang bagi para petenis untuk bertanding.

Kepada surat kabar italia, Libero, Panatta yakin bahwa petenis peringkat 73 dunia, Sinner seharusnya mengunakan saat ini sebagai peluang untuk meningkatkan permainannya. Selama masa lockdown, Sinner berdiam diri di Monte Carlo.

“Ia berusia 18 tahun. Betul bahwa musim ini ia berniat untuk melakoni banyak pertandingan, tetapi ia memiliki banyak waktu untuk memulihkan diri. Anda bisa menggunakan saat ini sebagai waktu untuk meningkatkan teknik anda,” ungkap Panatta.

“Ia telah memiliki pondasi yang baik, tetapi di lapangan ada sesuatu yang tetap bisa ditingkatkan dan ia bisa memperkuat forehandnya. Di atas itu semua, hal itu harus dibangun dari sudut pandang kemampuan fisik.”

Musim lalu Sinner tampil menggebrak dengan memenangkan tiga gelar ajang Challenger. Lalu pada November musim lalu, ia memenangkan gelar terbesar dalam kariernya sampai saat ini setelah mengalahkan Alex De Minaur di partai puncak Next Gen ATP Finals, Milan.

Pencapaian tersebut membuat peringkat Sinner naik hingga mencapai 400 peringkat dalam 12 bulan. Pada akhir musim 2019, ia menjadi petenis termuda yang mengakhiri satu musim dengan berada di peringkat 80 besar sejak Rafael Nadal pada musim 2003.

Selain Sinner, Panatta yang peringkat tertinggi dalam kariernya ketika ia menghuni peringkat 4 dunia, juga percaya bahwa masa penangguhan ini bisa menjadi berita baik bagi petenis Italia lainnya, setelah Fabio Fognini mengalami cedera siku dan pergelangan kaki, sementara Matteo Berrettini mengalami masalah di area perutnya.

Artikel Tag: Tenis, Next Gen ATP Finals, Jannik Sinner

376  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini