Iga Swiatek Ingin Jadi Petenis Yang Konstan Seperti Bintang Tenis Ini

Penulis: Dian Megane
Minggu 18 Okt 2020, 21:26 WIB
Iga Swiatek memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open 2020

Iga Swiatek tidak menyangka bisa memenangkan gelar French Open 2020

Berita Tenis: Iga Swiatek menjadi petenis putri terakhir yang berdiri di French Open musim 2020 sehingga menjadikannya petenis Polandia pertama yang memenangkan gelar Grand Slam.

Berkat kemenangan fenomenal di French Open musim 2020, petenis berusia 19 tahun mendapatkan 1.760 poin dan peringkatnya mengalami kenaikan dengan menghuni peringkat 17 dunia.

Dalam 14 Grand Slam terakhir di nomor tunggal putri, ada sembilan petenis yang belum pernah memenangkah gelar prestisius tersebut sebelumnya. Berbanding terbalik dengan nomor tunggal putra setelah Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic memenangkan 14 dari 15 Grand Slam terakhir, dengan satu-satunya pengecualian di US Open musim 2020 yang dimenangkan Dominic Thiem. Di US Open musim 2020, Federer dan Nadal memilih absen, sedangkan Djokovic harus didiskualifikasi.

“Meski telah menang di Roland Garros, saya menyadari bahwa permainan tenis saya belum sepenuhnya berkembang. Saya pikir perubahan terbesar bagi saya adalah menjadi konstan, sebuah kendala yang dihadapi dunia tenis putri. Itulah mengapa ada begitu banyak juara Grand Slam baru dalam waktu yang cukup pendek. Kenyataannya adalah, kami tidak memiliki konsistensi seperti Federer, Nadal, maupun Djokovic,” jelas Djokovic.

“Tujuan besar saya adalah menjadi konsisten. Saya sangat menyadari bahwa hal itu tidak akan mudah.”

Petenis peringkat 17 dunia mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan memenangkan French Open musim ini bersama Nadal, idola petenis berusia 19 tahun, yang musim ini memenangkan gelar French Open ke-13 dalam kariernya.

“Saya pikir, saya telah menyaksikan setiap pertandingan ketika Rafa menang di Roland Garros. Bayangkan bagaimana mengagumkannya bagi saya ketika menemukan diri saya berada di posisi yang sama dengannya,”seru Swiatek.

“Saya benar-benar bangga dengan diri saya sendiri. Saya melakukan hal yang luar biasa di sepanjang dua pekan. Saya tidak memperkirakan akan memenangkan French Open. Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi saya, ini adalah salah satu pengalaman yang mengubah hidup saya selamanya.”

“Semua petenis merasa sangat gugup ketika mereka melakoni final Grand Slam. Saya tahu bahwa Sofia juga sedikit merasa gugup. Sangat jelas bagi kami berdua bahwa kami diharapkan untuk memperlihatkan performa terbaik kami. Tidak mudah untuk bermain di bawah tekanan seperti itu. Kunci kemenangan kali ini adalah mempertahankan harapan saya tetap rendah di sepanjang turnamen.”

“Tampaknya tidak ada batasan. Dari posisi non unggulan, anda bisa memenangkan trofi paling penting di dunia tenis. Anda selalu berpikir bahwa anda bisa melakukannya, tetapi anda tahu, membutuhkan banyak kerja keras untuk mewujudkan mimpi anda."

Artikel Tag: Tenis, French Open, Iga Swiatek, Rafael Nadal

797  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini