Iga Swiatek Bagikan Saran Berharga Bagi Para Petenis Muda

Penulis: Dian Megane
Minggu 07 Mar 2021, 21:15 WIB
Iga Swiatek berusia 19 tahun ketika memenangkan French Open 2020

Iga Swiatek ketika berlaga di Australian Open 2021

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Polandia, Iga Swiatek menjadi salah satu pusat perhatian di dunia tenis pada musim 2020 yang sangat terpengaruh akibat pandemi COVID-19.

Menginjak usia 19 tahun, petenis peringkat 15 dunia memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open usai menumbangkan juara Australian Open musim 2020, Sofia Kenin. Terus melangkah maju, ia hanya berkembang sebagai seorang atlet dan menjadi panutan bagi para atlet yang lebih muda.

Petenis berkebangsaan Polandia mengawali musim 2021 dengan cukup memukau. Meskipun ia kalah di Gippsland Trophy dan Australian Open sebelum perempatfinal, ia menemukan performa yang lebih impresif di Adelaide International setelah berhasil memenangkannya usai mengalahkan Belinda Bencic.

Hal yang lebih penting, petenis berusia 19 tahun bahkan mendapatkan nominasi untuk penghargaan bergengsi, Laureus Sports Awards. Dalam sesi tanya jawab bersama mereka, petenis peringkat 15 dunia mengungkapkan beberapa hal tentang dirinya dan membagikan saran penting bagi generasi tenis berikutnya.

Hal yang membedakan Swiatek dengan petenis lain adalah keberanian dan tekadnya di lapangan. Ia tetap tenang bahkan ketika menghadapi momen penuh tekanan.

Kerja keras yang diperlihatkan petenis berkebangsaan Polandia dan timnya membuahkan hasil mengagumkan. Oleh karena itu, ia meneruskan mantera kesuksesannya kepada para petenis muda lainnnya.

“Bersabar dan memiliki orang-orang yang baik di sekeliling anda. Karena bahkan jika tenis adalah olahraga individual, sulit untuk melakukannya seorang diri. Saya memiliki dukungan luar biasa di sekeliling saya dan tanpa tim saya, saya pikir saya tidak akan berada di posisi saya saat ini,” jelas Swiatek.

Selain itu, petenis yang tidak kehilangan satu set pun dalam perjalanan memenangkan French Open musim 2020, memahami kecenderungan para atlet yang ingin melakukannya seorang diri. Tetapi ia menekankan bahwa perjalanan itu akan berjalan lebih lancar hanya dengan keberadaan tim yang suportif.

“Berpikir bahwa anda tidak bisa melakukannya seorang diri, karena itu bukan hal yang buruk. Itu kenyataan dan semuanya akan jauh lebih mudah jika anda memiliki orang-orang baik di sekeliling anda,” tambah Swiatek.

Pemberhentian selanjutnya bagi petenis peringkat 15 dunia adalah Dubai. Ia akan memasuki turnamen tersebut sebagai petenis unggulan kedelapan dan selain gelar, ia juga akan berkompetisi demi 1000 poin.

Petenis berusia 19 tahun juga menjadi petenis yang diantisipasi di setiap turnamen yang ia lakoni. Selain itu, memenangkan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya akan menjadi tantangan besar.

Untuk saat ini, Swiatek akan mendapatkan semua pengalaman yang ia butuhkan demi menjadi salah satu petenis terbaik.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Iga Swiatek

731  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini