Hasil French Open: Cori Gauff Bertekuk Lutut Di Hadapan Martina Trevisan

Penulis: Dian Megane
Kamis 01 Okt 2020, 06:41 WIB
Martina Trevisan melaju ke babak ketiga French Open 2020

MartinaTrevisan kandaskan harapan Cori Gauff Di French Open 2020

Berita Tenis: Perjalanan bak mimpi Martina Trevisan di French Open, Roland Garros musim ini masih berlanjut meski ia sempat kecolongan set pertama.

Dengan kemenangan 4-6, 6-2, 7-5 atas petenis AS yang sensasional, Cori Gauff, petenis peringkat 159 dunia melaju ke babak ketiga Grand Slam untuk kali pertama dalam kariernya.

Tampil untuk kali kedua di Grand Slam, petenis berkebangsaan Italia mencatatkan kemenangan pertama di turnamen WTA atas petenis peringkat 100 besar ketika lawan sekaligus rekan senegaranya, Camila Giorgi mundur ketika kedudukan menunjukkan 7-5, 3-0 di babak pertama dan ia mencatatkan kemenangan kedua dari petenis di peringkat tersebut ketika mengalahkan petenis peringkat 51 dunia, Gauff pada laga 2 jam 11 menit yang menegangkan di Lapangan Simonne Mathieu, Roland Garros.

“Saya benar-benar senang, tetapi saya pikir saya membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyadari apa yang terjadi,” seru Trevisan.

“Saya berlatih keras setiap hari untuk berada di sini, demi berada di babak ketiga Grand Slam. Tidak mudah untuk mencapai hasil ini, tetapi saya bangun setiap paginya untuk memikirkan tentang mimpi saya dan kali ini saya mewujudkan salah satu mimpi saya.”

Mengawali laga babak kedua di Roland Garros pekan ini, petenis berkebangsaan Italia kewalahan, yang terlihat ketika ia tertinggal 4-0 dan hanya memenangkan tujuh poin sebelum akhirnya menemukan jalan untuk memperkecil selisih, termasuk meningkatkan level permainan dalam rally-rally dan mengeksekusi dengan baik setiap permainan yang menggerakkan Gauff ke seluruh penjuru lapangan.

Strategi tersebut membuat petenis berusia 26 tahun menyambar tiga game secara beruntun. Tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan Gauff yang akhirnya berhasil mengklaim set pertama.

“Sebelum pertandingan, tentu saya berdiskusi dengan pelatih saya, tetapi hal yang penting hari ini adalah saya memasuki lapangan tanpa berpikir bahwa saya harus bertanding melawan Cori Gauff, karena semua orang tahu bahwa ia salah satu petenis muda terbaik di dunia saat ini,” tambah Trevisan.

“Saya memasuki lapangan untuk melakoni pertandingan saya dan bukan melihat lawan saya. Jadi, saya pikir itu kunci kemenangan saya kali ini. Saya memperjuangkan setiap poin tanpa berpikir bahwa Cori adalah petenis yang lebih baik daripada saya dalam hal peringkat, ia memiliki lebih banyak pengalaman di lapangan ini daripada saya.”

Menuju akhir laga babak kedua French Open, petenis berusia 16 tahun, Gauff berjuang keras menemukan konsistensi dari servisnya. Presentase servis pertamanya merosot menjadi 37 persen di pertengahan pertandingan, meski ia berhasil mendaratkan 56 persen dari servis pertamanya di set penentu. 15 dari 19 pelanggaran ganda yang ia lakukan di sepanjang pertandingan ia lakukan di set kedua dan ketiga.

Sebaliknya, performa petenis peringkat 159 dunia malah meningkat, termasuk memenangkan set kedua dengan hanya kehilangan dua game saja.

Mendapatkan peluang untuk menutup pertandingan pada kedudukan 5-3 di set penentu, petenis berkebangsaan Italia menemukan dirinya terpaut beberapa poin dari kemenangan, sebelum Gauff mengerahkan usaha terakhir agar lawan tidak menciptakan peluang match point. Usahanya tidak sia-sia setelah kedudukan menjadi imbang dengan 5-5.

Namun, Trevisan akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Gauff melakukan dua pelanggaran ganda dan dua unforced error lagi di game terakhir.

Berkat kerja kerasnya, Trevisan membukukan laga babak ketiga French Open melawan petenis unggulan ke-20, Maria Sakkari yang mengalahkan petenis berkebangsaan Rusia, Kamilla Rakhimova dengan 7-6, 6-2.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Martina Trevisan, Cori Gauff, Maria Sakkari

1716  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini