Gagal Di French Open, Stefanos Tsitsipas Akui Keunggulan Novak Djokovic

Penulis: Dian Megane
Sabtu 10 Okt 2020, 20:56 WIB
Stefanos Tsitsipas gagal melaju ke final Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open 2020

Meski paksa lima set, Stefanos Tsitsipas [kanan] harus akui keunggulan Novak Djokovic [kiri] di semifinal French Open 2020

Berita Tenis: Stefanos Tsitsipas hampir saja menyelesaikan kebangkitan yang mengejutkan ketika melawan Novak Djokovic di semifinal French Open musim ini.

Petenis berkebangsaan Yunani bangkit setelah kecolongan dua set pertama demi memaksakan set kelima sebelum petenis peringkat 1 dunia, Djokovic menenangkan diri demi melaju ke final di Roland Garros.

Ia tentu merasa kecewa setelah kalah dengan ketat dan ia meninggalkan Lapangan Philippe Chatrier dengan mengagumi level permainan Djokovic.

“Pastinya, ia hampir mencapai kesempurnaan. Novak dengan gaya permainannya, sejujurnya sangat luar biasa untuk disaksikan,”aku Tsitsipas.

“Hal itu menginspirasi saya untuk berlatih keras dan berusaha mencapai kesempurnaan itu, kemampuan untuk memiliki semua hal di lapangan.”

Bukan untuk kali pertama juara ATP Finals musim 2019 harus bekerja keras setelah kekalahan pahit. Ia membuktikan bahwa ia bisa bangkit. Di babak keempat Grand Slam di New York musim ini, ia menyia-nyiakan enam match point. Bukannya terpuruk, setelah itu ia malah melaju ke final di Hamburg dan hampir saja melenggang ke final Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open.

“Saya merasa senang dan di waktu yang sama saya merasa sedih. Saya bisa saja mendapatkan hasil yang lebih baik kail ini. Tetapi Novak sekali lagi memperlihatkan seberapa hebat dirinya,” ungkap Tsitsipas.

“Sulit, tentunya, bertanding melawan Novak. Saya pikir ia adalah salah satu petenis yang paling sulit untuk saya hadapi di sepanjang karier saya. Saya sangat menghormatinya atas hal itu. Ia benar-benar memberi saya momen yang menyulitkan di lapangan.”

Jika petenis peringkat 6 dunia menyesali sesuatu, maka itu adalah rencana permainannya. Ia menggunakan backhand yang agresif untuk memberikan efek mematikan dan kembali mendapatkan peluang, tetapi hal tersebut terlalu terlambat.

“Saya kembali dengan megagumkan. Saya harap saya bisa menemukan beberapa hal lebih awal. Saya mencoba beberapa hal dalam sesi latihan dan berusaha menimplementasikannya dalam pertandingan,” jelas Tsitsipas.

“Itu sesuatu yang baru. Saya harap saya tidak mencoba hal itu dan berusaha tetap memainkan permainan dasar saya dan berusaha mendikte permainan. Saya pikir itu kesalahan besar saya di pertandingan kali ini, bahwa saya mencoba hal itu dalam dua set secara beruntun, lalu kembali memainkan permainan saya dengan cara lama.”

“Saya pikir saya kembali dengan impresif dan saya pikir saya bermain dengan baik setelah itu, kecuali di set kelima, yang saya percaya bahwa tubuh saya tidak siap. Secara fisik, saya seperti tidak benar-benar ada di sana.”

Semifinal French Open musim ini menjadi semifinal Grand Slam kedua bagi petenis peringkat 6 dunia. Musim lalu di Australian Open, ia hanya memenangkan enam game di semifnal melawan Rafael Nadal.

Hal yang terlihat paling jelas di pertandingan tersebut adalah daya juang bintang tenis Yunani. Petenis unggulan kelima menolak untuk kalah sampai Djokovic akhirnya menghentikannya.

“Jika saya tidak menang, saya tidak akan menjadi bagian dari diri saya seperti saat ini. Saya tidak akan menjadi bagian dari Mouratoglou Tennis Academy. Saya tidak akan menjadi selebriti di negara saya. Tidak ada seorang pun yang akan mengenal saya. Semua itu karena kemenangan, kesuksesan, dan menemukan jalan untuk memenangkan pertandingan,” papar Tsitsipas tentang arti kemenangan baginya.

“Kemenangan menawarkan banyak hal, dilihat dari sisi baik maupun sisi buruk. Tanpa kemenangan, saya tidak akan mendapatkan sponsor. Tanpa kemenangan saya tidak akan melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia. Kekalahan seperti membuat anda berada di tempat dan posisi yang sama, itulah mengapa saya benci kekalahan.”

“Tetapi saya pikir kekalahan adalah pelajaran positif di mana kehidupan memberi jeda atas apa yang anda lakukan. Anda bisa merefleksi hal itu. Anda bisa berkembang. Anda bisa menjadi lebih baik. Anda bisa menerima kekalahan dan mengubahnya serta menggunakannya sebagai pelajaran hidup agar anda terus melangkah dan menjadi individu yang lebih kuat.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, Stefanos Tsitsipas, Novak Djokovic

1843  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini