Dominic Thiem Berharap, Waktunya Untuk Bersinar Di Roland Garros Tiba

Penulis: Dian Megane
Jumat 24 Mei 2019, 22:44 WIB
Dominic Thiem Berharap, Waktunya Untuk Bersinar Di Roland Garros Tiba

Dominic Thiem ketika beraksi di Madrid musim ini

Berita Tenis: Petenis peringkat 4 dunia, Dominic Thiem merupakan runner up French Open musim lalu setelah kalah dari Rafael Nadal yang masih mempertahankan dominasinya di turnamen clay-court tersebut.

Namun, Thiem yang dijuluki pangeran clay-court, siap untuk memberikan tantangan kepada juara 11 kali di Roland Garros, Nadal yang juga mengalahkan Thiem di semifinal French Open musim 2017 dengan harapan memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di atas lapangan favoritnya.

Kecenderungan Thiem terhadap clay-court dimulai ketika ia menghabiskan masa kecilnya di Austria di mana clay-court merupakan lapangan paling populer saat itu.

“Lapangan itu merupakan lapangan yang alami bagi saya, saya tahu bagaimana bergerak dan bermain di atasnya, itulah mengapa saya sangat mencintainya,” ungkap Thiem.

“Sejak saya berumur delapan tahun sampai 18 tahun, saya paling banyak berlatih dan bertanding di atasnya.”

Namun, gelar Grand Slam belum juga berada di genggamannya.

“Rafa selalu menjadi pesaing nomor wahid, diikuti oleh Novak setelah sekarang performa terbaiknya kembali tepat sebelum French Open,” lanjut Thiem.

“Lalu ada kelompok petenis lainnya, empat atau enam petenis lain yang saya pikir bisa menang di setiap pekannya.”

Pernah mengalahkan Nadal sebanyak empat kali di clay-court dalam empat musim terakhir, termasuk kemenangan dua set langsung di Barcelona pada April lalu, Thiem telah memastikan bahwa dirinya merupakan salah satu petenis terhandal di clay-court.

Thiem yang musim ini menjadi juara di Indian Wells (mengalahkan Roger Federer), mengklaim gelar di Barcelona – gelar keduanya musim ini – tanpa kehilangan satu set pun.

Dengan sembilan dari 13 gelar yang dikantonginya ia dapatkan di turnamen clay-court, sudah jelas bahwa French Open menjadi target utama Thiem dan untuk itu, ia membawa Nicolas Massu sebagai pelatihnya setelah mengakhiri kerja sama panjang bersama Gunther Bresnik beberapa bulan lalu.

“Saya pikir permainan saya menjadi lebih tidak terduga,” tukas Thiem mengenai pengaruh Massu.

“Itu adalah salah satu bagian penting. Saya memiliki groundstroke yang impresif, tetapi dalam beberapa musim terakhir, terkadang saya mengalami sedikit kendala, misalnya saya menembakkan pukulan memukau, tetapi permainan saya entah kenapa terlalu mudah untuk diterka. Di satu titik, saya merasa lawan saya tahu ke arah mana saya akan bermain.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, Dominic Thiem, Rafael Nadal

421  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini