Danielle Rose Collins Buka-Bukaan Tentang Perjuangan Lawan Penyakit Ini

Penulis: Dian Megane
Senin 04 Mei 2020, 14:14 WIB
Danielle Rose Collins Buka-Bukaan Tentang Perjuangan Lawan Penyakit Ini

Danielle Rose Collins ketika beraksi di Brisbane musim 2020

Berita Tenis: Petenis AS, Danielle Rose Collins menyatakan bahwa ia berjuang keras hanya untuk melipat pakaiannya sendiri akibat radang sendi yang membuatnya merasakan sakit yang cukup intens pada tangannya.

Pada Oktober musim lalu, petenis berusia 26 tahun, Collins mengungkapkan bahwa ia didiagnosa kondisi autoimun yang menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada sejumlah sendi di tubuhnya. Hal tersebut mencuat delapan bulan setelah ia lolos ke semifinal Australian Open sebagai petenis di luar peringkat 30 besar.

Meski saat itu didiagnosa mengalami penyakit yang baru dialami, petenis peringkat 51 dunia, Collins percaya bahwa ia mulai mengalami gejalanya sejak beberapa waktu sebelumnya.

“Ketika di perguruan tinggi, saya merasa sakit di sepanjang waktu. Para pelatih saya di perguruan tinggi selalu mendorong saya untuk pergi ke dokter karena kendala kesehatan yang mereka lihat saya hadapi secara konstan,” ungkap Collins.

“Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Saya terus memeriksa darah saya setiap dua bulan dan tidak ada yang salah dengan hal itu. Saat itu, saya menjalani operasi pergelangan tangan, cedera meniscus, dan mengalami banyak masalah yang berhubungan dengan sendi.”

“Dokter ortopedi mendiagnosa saya dengan tendinitis. Sayangnya, saya pikir dalam banyak kesempatan saya seringkali tidak mempedulikan gejala yang saya alami karena saya atlet.”

Collins awalnya mengacuhkan peluang bahwa ia bisa mengalami radang sendi di usianya yang masih cukup muda. Meski kondisi tersebut juga terjadi kepada keluarganya, termasuk neneknya. Menurut British National Helath Service, para wanita dan mereka yang keluarganya memiliki sejarah akan kondisi tersebut, lebih beresiko untuk mengalaminya.

“Saya mengacuhkannya untuk waktu yang lama,” aku Collins. “Secara berkala saya akan merasakan rasa sakit yang parah pada sendi, kira-kira pada periode siklus menstruasi saya, dan itu cukup mengerikan.”

“Saya akan sangat kesulitan untuk bangun dari tempat tidur dan pada hari-hari terburuk, saya akan tidur selama 15 secara beruntun. Saya secara konstan merasa mengantuk dan lelah.”

Pada musim panas tahun lalu, kondisi Collins mencapai puncaknya. Setelah lolos ke semifinal Australian Open, hasil yang ia raih di turnamen semakin menurun secara signifikan. Dari 11 turnamen terakhir yang ia lakoni musim lalu, ia hanya berhasil mengklaim kemenangan beruntun di satu turnamen saja.

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan lain, Collins akhirnya mendapatkan diagnosa yang tepat tidak lama setelah kekalahan di babak kedua US Open.

“Saya menjalani dua pengobatan berbeda sejak saat itu yang bekerja dengan sangat baik. Saya mengkombinasikannya dengan diet yang cukup ketat,” tutur Collins tentang hal yang dilakukannya setelah didiagnosa radang sendi.

Memasuki musim 2020, Collins menikmati awal yang cukup solid. Ia lolos ke semifinal di Brisbane dan Adelaide, tetapi ia tersingkir dari babak kedua Australian Open melawan Yulia Putintseva.

Sekarang setelah berada di jalur yang tepat, Collins berharap kisahnya akan menginspirasi orang lain.

“Saya tidak ingin orang-orang berpikir saya sakit atau membiarkan penyakit itu mengontrol saya. Saya harus menerima situasi itu dan menemukan hal positif. Saya telah melangkah maju dalam banyak aspek dalam beberapa bulan terakhir, tetapi saya merasa gugup dengan berpikir bahwa saya mungkin bisa menjadi panutan bagi orang lain. Saya bukan termasuk orang yang paling vokal, tetapi saya berlatih untuk lebih merasa nyaman dengan membantu orang lain melalui pengalaman saya,” jelas Collins.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Danielle Rose Collins

318  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini