Dan Evans Akui Benci Dirinya Sendiri Saat Dilarang Bertanding Gara-Gara Hal Ini

Penulis: Dian Megane
Jumat 05 Jun 2020, 22:08 WIB
Dan Evans Akui Benci Dirinya Sendiri Saat Dilarang Bertanding Gara-Gara Hal Ini

Dan Evans

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Inggris, Dan Evans mengakui bahwa ia membenci dirinya sendiri ketika ia dilarang bertanding akibat menggunakan obat-obatan terlarang dengan mengatakan bahwa ia jijik dengan apa yang telah ia perbuat, tetapi akhirnya ia telah melangkah maju.

Evans mencapai titik terendah dalam kariernya pada musim 2017 ketika ia dilarang bertanding selama 1 musim setelah terbukti positif menggunakan kokain. Sejak kembali berkompetisi, ia telah membalikkan keadaan dan saat ini ia menghuni peringkat 28 dunia.

Petenis berusia 30 tahun, Evans harus meminta bantuan psikolog khusus olahraga yang mendeskripsikan Evans sebagai “salah satu orang paling pemarah” yang pernah ia ajak bicara.

“Terkadang, anda masih membayangkannya dalam hari-hari tertentu dan saya pikir itu perbuatan bodoh,” aku Evans tentang kegagalannya dalam tes obat-obatan kepada podcast My Sporting Mind.

“Tetapi saya tidak melihat ke belakang dan membenci diri saya sendiri seperti yang saya lakukan ketika dilarang bertanding.”

“Dalam beberapa bagian dari larangan bertanding, anda merasa jijik dengan hal yang telah anda perbuat, tetapi di satu titik anda harus melangkah maju. Saya hanya merasa bersyukur ketika saya kembali memasuki lapangan.”

“Ketika saya pertama kali bertemu dengan psikolog olahraga, ia mengatakan bahwa saya mungkin adalah orang paling pemarah yang pernah ia ajak bicara. Setelah saya kembali, ia mengatakan bahwa saya memendam banyak kemarahan akibat larangan bertandingn dan bagaimana saya membicarakan banyak hal.”

“Saya meninggalkan media sosial ketika hal itu terjadi. Saya khawatir dengan apa yang akan dipikirkan rekan saya dan orang-orang yang menyaksikan saya. Tetapi hal itu berlalu dengan cepat. Semua petenis bersikap dengan sangat baik. Tidak ada seorang pun yang mengatakan apapun kepada saya dengan buruk.”

Evans menemukan kesulitan ketika ia kembali ke turnamen setelah All England Lawn tidak memberinya wildcard untuk memasuki Wimbledon, sehingga ia harus melakoni babak pra kualifikasi di lapangan sekolah.

“Saya mendapatkan beberapa masalah ketika berusaha untuk kembali bertanding dan melakoni turnamen, dan saya tidak mendapatkan bantuan termudah dari orang-orang yang sebelumnya membantu saya,” tutur Evans.

“Saya telah banyak bermain demi negara saya dan mereka tidak begitu menyambut saya dengan tidak memberikan banyak bantuan agar saya bisa kembali ke turnamen. Dari sanalah kemarahan saya datang. Itu menyulitkan. Tetapi setelah kami duduk bersama, semuanya bisa teratasi. Saya beruntung, akhirnya saya bisa kembali ke lapangan dan bertanding.”

Setelah kembali berkompetisi, Evans meraih peluang kedua di turnamen dengan menjadi petenis nomor 1 Inggris dan menembus peringkat 30 besar untuk kali pertama.

“Jika anda mendapatkan peluang lain, itu mungkin peluang terbaik anda. Jika anda tidak mengambil peluang pertama, anda harus benar-benar mengejar peluang kedua. Beruntungnya, saya sekarang mendapatkan peluang yang baik dan saya berusaha untuk menggunakannya dengan semua potensi yang saya miliki,” timpal Evans.

Artikel Tag: Tenis, wimbledon, Dan Evans

396  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini