Berita Tenis: Para Rival Puji Angelique Kerber yang Solid dan Konsisten

Penulis: Dian Megane
Sabtu 01 Okt 2016, 23:17 WIB
Berita Tenis: Para Rival Puji Angelique Kerber yang Solid dan Konsisten

Angelique Kerber dikenal dengan konsistensinya dalam bermain tenis

Ligaolahraga - Berita Tenis: Kesuksesan Angelique Kerber menempati peringkat 1 WTA (Women’s Tennis Association) telah menuai pujian dari para petenis wanita lainnya yang menjadi rivalnya. Svetlana Kuznetsova, Petra Kvitova, dan Garbine Muguruza memuji konsistensi dan kemampuan fisiknya.

Ini adalah pekan pertamanya sebagai petenis peringkat 1 dunia, tetapi ia tidak memulai era Angelique Kerber dengan awal yang ideal. Ia harus pasrah dikalahkan di pertandingan keduanya dalam turnamen Wuhan Open oleh Petra Kvitova. Hasil yang tidak biasa dari pemain berusia 28 tahun yang dipuji oleh para lawannya atas konsistensinya di musim ini.

Pemain peringkat 10 dunia asal Rusia, Svetlana Kuznetsova yang juga telah mengantongi dua gelar Grand Slam, mengungkapkan, “Penting rasanya memenangkan pertandingan dan memenangkan pertandingan yang penting. Itu yang Angie lakukan dengan begitu luar biasa di tahun ini. Saya telah melihat pemain lain yang juga telah bekerja dengan keras, tetapi mereka bahkan tidak mendekati pemain top 10. Ia adalah petarung di lapangan, ia banyak bertahan, dan ia konsisten.”

Konsisten. Sebuah kata yang sering mendeskripsikan gaya counter punching milik Kerber. Tetapi jika sebelumnya ia hanya mengembalikan bola, ia telah menemukan level baru dalam hal serangan dan ketepatan tahun ini. Pemain berkebangsaan Jerman tersebut telah mencatatkan 55 kemenangan dan 15 kekalahan musim ini dengan rata-rata kemenangan 78,6 persen.

Dari kemenangan yang mengejutkan di Australian Open pada Januari lalu sampai pertarungannya untuk merebut US Open awal bulan ini. Kerber telah memenangkan lebih banyak pertandingan daripada pemain lain di WTA. Ia unggul 12 kemenangan daripada Simona Halep yang berada di posisi kedua, Agnieszka Radwanska, dan Dominika Cibulkova.

Ketika lawan-lawannya berjuang untuk terus naik, ia naik dengan cukup signifikan dari peringkat 10 di awal tahun ini untuk menurunkan tahta Serena Williams.

Kerber bukanlah tidak terkalahkan, tetapi ia sulit dikalahkan. Di Wuhan hari Rabu (28/9) lalu, Kvitova membutuhkan waktu 3 jam 19 menit untuk menaklukkan Kerber.

“Ia membuat lawan-lawannya memainkan beberapa pukulan lagi, bahkan jika rally-nya kelihatan akan berakhir, ia masih mengejar bolanya. Bahkan jika anda servis dengan baik, anda masih harus bermain dalam rally-rally panjang. Saya pikir ia sangat, sangat solid. Ia hanya mendorong kembali setiap pukulan dan ia bisa menemukan penempatan yang baik. Ia bergerak dan mengembalikan bola dengan baik. Secara fisik pun ia mengagumkan, jadi ia mampu bermain hampir, untuk selamanya,” jelas Kvitova.

Di musim di mana beberapa pemain top terhalang oleh cedera (Serena Williams) atau sanksi larangan bermain (Maria Sharapova), usaha Kerber yang tak kenal lelah membuatnya naik ke posisi puncak.

Juara French Open tahun ini, Garbine Muguruza mengakui bahwa ia harus berjuang dengan keras untuk mempertahankan momentum kemenangannya sejak merebut gelar Grand Slam pertamanya Juni lalu, dengan mencatatkan 8 kemenangan -7 kekalahan sejak saat itu.

“Dalam dunia tenis putri, sulit menemukan pemain yang selalu konsisten. Menjadi konsisten adalah hal yang sulit bagi saya. Tetapi saya pikir Kerber adalah contoh dari pemain yang konsisten tahun ini. ia selalu ada di setiap turnamen. Itulah mengapa ia bisa menjadi nomor 1,” tutur Muguruza.

Artikel Tag: Tenis, Angelique Kerber, Svetlana Kuznetsova, Petra Kvitova, Garbine Muguruza, Serena Williams, Simona Halep, Agnieszka Radwanska, dominika cibulkova, Maria Sharapova

438  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini