Berita Tenis: Larangan Bertanding Maria Sharapova Berkurang Menjadi 15 Bulan

Penulis: Dian Megane
Rabu 05 Okt 2016, 06:08 WIB
Berita Tenis: Larangan Bertanding Maria Sharapova Berkurang Menjadi 15 Bulan

Setelah naik banding, larangan bertanding Maria Sharapova berkurang

Ligaolahraga - Berita Tenis: Juara Grand Slam sebanyak lima kali, Maria Sharapova mendapat pengurangan larangan bertanding selama dua tahun yang diterimanya menjadi 15 bulan, setelah terbukti positif menggunakan meldonium pada turnamen Australian Open bulan Januari lalu.

Larangan bertanding selama dua tahun yang diterima petenis berusia 29 tahun tersebut dijatuhkan oleh International Tennis Federation (ITF) pada bulan Juni tahun ini, yang dimulai dari bulan Januari. Ia pun mengajukan naik banding ke Court Arbitration for Sport (CAS) dengan tujuan mendapatkan pengurangan waktu larangan bertanding.

CAS, yang berlokasi di Swiss, telah mengurangi larangan tersebut, sehingga Sharapova akan kembali berkompetisi pada 25 April tahun depan.

Para juri panel dalam banding yang Sharapova ajukan menyatakan mereka telah menemukan bahwa Sharapova melakukan pelanggaran peraturan anti doping dan walaupun tidak melakukan pelanggaran yang besar tetapi perbuatannya tetap mengarah pada level sebuah pelanggaran. Oleh karena itu, sanksi selama 15 bulan sesuai dengan pelanggaran yang telah ia lakukan.

“Mereka mengurangi larangannya. Itu merupakan hal yang baik. Kami ingin ia bertanding untuk tim nasional dan memenangkan Olimpiade selanjutnya bagi kami,” ungkap presiden federasi tenis Rusia, Shamil Tarpishev.

Sharapova, yang memenangkan medali perak di Olimpiade London 2012, terpaksa tidak ikut berkompetisi di Olimpiade Rio tahun ini setelah naik bandingnya ditunda.

Sharapova berpendapat bahwa ia menggunakan pengobatan untuk jantung di bawah pengawasan medis selama satu dekade dan tidak menyadari bahwa substansi tersebut ditambahkan oleh World Anti Doping Agency (WADA) dalam daftar substansi terlarang terhitung 1 Januari 2016.

Tetapi pihat ITF yang menangani masalah indisipliner menolak penjelasan tersebut dengan menunjukkan bahwa meldonium telah menjadi obat-obatan kontroversial yang diincar WADA selama kurang lebih satu tahun dan telah ada beberapa peringatan di akhir tahun 2015 untuk para atlet bahwa meldonium akan dilarang.

Shasapova memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di Wimbledon tahun 2004. Dua tahun kemudian ia memenangkan US Open, lalu Australian Open tahun 2008. French Open ia menangkan di tahun 2012 dan 2014.

Tahun lalu ia mencapai final Australian Open, tetapi kalah dua set langsung oleh musuh bebuyutannya, Serena Williams. Tahun ini, ia kembali ditaklukkan Serena yang kemudian mengarah pada hasil tes positif penggunaan meldonium di Melbourne.

 

Artikel Tag: Tenis, australian open, French Open, wimbledon, US Open, Maria Sharapova, Serena Williams

513  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini