Baru Seumur Jagung, Alexander Zverev Pisah Jalan Dengan Pelatih Ini

Penulis: Dian Megane
Jumat 08 Jan 2021, 16:19 WIB
Alexander Zverev mengawali kerja sama dengan David Ferrer pada Juli 2020

Alexander Zverev ketika beraksi di ATP Finals 2020

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Jerman, Alexander Zverev menghadapi kekacauan dalam tim pelatihnya jelang Australian Open musim 2021.

Pelatih dari petenis peringkat 7 dunia, David Ferrer telah memutuskan untuk menghentikan hubungan profesional mereka.

Mantan petenis berkebangsaan Spanyol memutuskan untuk menjadi pelatih dari runner up US Open musim 2020 pada Juli 2020. Tetapi, pelatih berusia 38 tahun tersebut mengambil keputusan untuk menghentikan hubungan profesional mereka hanya beberapa bulan setelah memutuskan untuk bekerja sama.

“Pada akhir musim, sebuah keputusan harus diambil,” ungkap Ferrer. “Saya berbicara dengan Sascha (Zverev) dan mengatakan kepadanya bahwa saya memilih untuk tidak meneruskannya, bahwa kami tidak akan meneruskan kerja sama kami pada musim selanjutnya.”

Meski kerja sama mereka baru seumur jagung, Ferrer berhasil mengantarkannya melenggang ke final US Open dan Paris Masters. Ferrer juga membantu petenis berkebangsaan Jerman memenangkan dua gelar secara beruntun di Cologne.

Akan tetapi, petenis peringkat 7 dunia akan mengawali musim 2021 bersama ayahnya, Alexander Zverev Sr. sebagai pelatihnya.

Menurut Ferrer, alasan di balik keputusan tersebut bukan karena alasan profesional, tetapi lebih condong karena alasan pribadi. Baginya, sulit untuk menjauh dari keluarganya di tengah-tengah pandemi COVID-19 yang masih merajalela.

Ia mengatakan kepada petenis yang kalah dari Dominic Thiem di final US Open tentang prioritasnya dan memutuskan untuk mengakhiri kerja sama mereka setelah berdiskusi. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tidak ada yang salah di antara dirinya dengan petenis berkebangsaan Jerman dan mereka masih berhubungan dengan baik.

“Pastinya tidak ada apa pun yang terjadi di antara kami, semuanya masih baik-baik saja. Malah, saya sangat bersyukur kepadanya atas peluang yang ia berikan kepada saya untuk melakukan perjalannya bersamanya,” tutur Ferrer.

Menariknya, Ferrer melakoni pertandingan terakhir sebagai petenis profesional di Madrid Open musim 2019 melawan Zverev dan kalah darinya.

Mantan petenis berkebangsaan Spanyol melalui masa yang berat akibat karantina dan peraturan ketat lain di turnamen tenis. Tetapi ketika turnamen tenis kembali normal, ia tentu akan mengambil peran lagi sebagai pelatih.

“Ini telah menjadi pengalaman yang brutal, tetapi kini saya memahami bahwa saya bukan orang yang tepat untuk membantunya. Saya yakin bahwa ketika masa berat ini telah berlari, saya akan melatih seseorang lagi, itu pasti,” aku Ferrer.

Sebagai balasan, petenis berusia 23 tahun menyampaikan rasa terima kasih atas semua bimbingannya.

“Saya ingin berterima kasih kepada David untuk semua waktu yang kami lewati, waktu di atas dan di luar lapangan, saya hanya mengharapkan yang terbaik baginya. Saya juga ingin berterima kasih kepada keluarganya yang telah memberi saya kesempatan untuk menghabiskan waktu berharga dengan David di masa-masa yang sulit ini. Saya sangat menghormati cara David bermain dan melatih tenis,” tulis Zverev melalui Instagram.

Zverev akan mengawali musim 2021 dengan mewakili Jerman di ATP Cup. Ia merupakan salah satu pesaing terbesar untuk memenangkan gelar Grand Slam pada musim ini. Kini setelah Ferrer meninggalkan timnya, masih bisakah ia melakukan gebrakan?

Artikel Tag: Tenis, US Open, australian open, alexander zverev

519  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini