Bagi Thiem, Pertahankan Gelar Di Wina Bukan Misi Mustahil, Tetapi Hampir

Penulis: Dian Megane
Senin 26 Okt 2020, 18:17 WIB
Dominic Thiem juarai turnamen yang digelar di rumahnya sendiri, Vienna Open untuk kali pertama pada musim 2019

Dominic Thiem merupakan juara bertahan Vienna Open

Berita Tenis: Saat ini, Dominic Thiem bisa berkompetisi melawan siapapun di dunia tenis dengan kekuatan mumpuni di area baseline dan permainan di seluruh penjuru lapangan.

Namun, juara US Open musim ini memahami bahwa mempertahankan gelar Vienna Open akan menjadi tugas yang cukup menyulitkan. Enam dari petenis peringkat 10 besar akan berpartisipasi di Wina musim ini.

“Rasanya selalu istimewa ketika mengawali sebuah turnamen sebagai juara bertahan, tetapi musim ini terasa tidak nyata, seluruh undian pertandingan di Wina,” aku Thiem.

“Undiannya begitu kuat dan kehadiran Novak semakin membuatnya terasa tidak nyata. Itu mungkin Vienna Open terbaik yang pernah terjadi. Mempertahankan gelar bukan misi yang mustahil, tetapi hampir.”

Petenis favorit tuan rumah akan menggunakan kenangan kemenangan emosional musim lalu demi memotivasi dirinya untuk mengeluarkan performa terbaik. Sembilan musim setelah ia debut di Wina saat masih berusia 17 tahun, ia akhirnya bisa menjuarai turnamen yang digelar di rumahnya sendiri pada musim lalu.

“Saya bisa mengatakan, tentu gelar US Open masih gelar terbesar dalam karier saya saat ini. Gelar Vienna Open mungkin salah satu gelar paling emosional, karena saya telah berada di sini sejak saya berusia 4 atau 5 tahun sebagai penonton yang tidak memahami tenis, lalu sebagai penonton yang sangat tertarik dengan tenis,” jelas Thiem.

“Dari satu musim ke musim lainnya, tiba-tiba saya adalah salah satu petenis yang terkualifikasi di undian pertandingan, baik melalui wildcard, secara langsung, bahkan diunggulkan di posisi pertama. Semua hal yang bisa terjadi dalam karier saya di dunia tenis telah terjadi di sini, di Wina bagi saya, lalu memenangkan gelarnya pada 2019, itu mimpi masa kanak-kanak yang akhirnya menjadi nyata.”

Tiga dari lima pertandingan yang ia lakoni di Vienna Open musim lalu, ia harus bangkit setelah kehilangan set pembuka. Lalu petenis peringkat 5 dunia saat itu berjuang keras di setiap kesempatan sampai akhirnya mengalahkan salah satu teman dekatnya di turnamen, Diego Schwartzman di partai puncak.

“Saya mengenangnya kembali hampir setiap hari, karena tiket setiap pertandingan terjual habis dan atmosfernya luar biasa,” kenang Thiem. “Tiga dari lima pertandingan adalah laga tiga set dan itu benar-benar dramatis.”

Petenis peringkat 3 dunia akan beraksi untuk kali pertama sejak melaju ke perempatfinal French Open dengan melawan Kei Nishikori di Vienna Open. Sampai saat ini, Nishikori unggul 3-2 atas Thiem.

Artikel Tag: Tenis, Vienna Open, Dominic Thiem

833  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini