Bagi Jannik Sinner, Sebelum Menangkan Turnamen Besar, Ia Harus Lalui Ini

Penulis: Dian Megane
Jumat 05 Mar 2021, 20:06 WIB
Jannik Sinner saat ini petenis putra termuda di peringkat 100 besar

Jannik Sinner ketika berkompetisi di Montpellier musim 2021

Berita Tenis: Menginjak usia 19 tahun, Jannik Sinner menjadi petenis putra termuda di peringkat 100 besar dengan menghuni peringkat 34 dunia.

Di Sofia musim lalu, petenis peringkat 34 dunia menjadi petenis putra Italia termuda yang memenangkan gelar turnamen ATP. Ia lalu menjadi juara di Great Ocean Road Open musim 2021, sehingga menjadikannya petenis termuda yang memenangkan dua gelar sejak Novak Djokovic pada musim 2006.

Dalam wawancara dengan L’Equipe, petenis berkebangsaan Italia membicarakan tentang kemajuan pesat tersebut setelah pada awal musim 2019 ia masih berada di peringkat 553 dunia.

“Terkadang, anda membutuhkan waktu banyak untuk melalui berbagai fase dan terkadang hal itu sangat cepat. Bagi saya, dari peringkat 500 menjadi peringkat 50 terjadi sangat cepat, begitu pun perpindahan dari ajang Futures menjadi turnamen ATP. Saya tidak melakoni turnamen junior, saya lebih memilih ajang Futures untuk bertanding melawan petenis yang lebih senior,” jelas Sinner.

“Lompatan saya cukup cepat, tetapi saya tetap menatap ke depan. Tiga musim berikutnya akan menjadi krusial bagi saya. Saya harus berlatih, kalah dalam pertandingan, memahami kenapa saya kalah, dan melakoni pertandingan sebanyak mungkin untuk berkembang.”

Petenis berusia 19 tahun tidak ingin tergesa-gesa dan lebih memilih selangkah demi selangkah. Ia ingin berkiprah di dunia tenis untuk waktu lama seperti Roger Federer.

“Saya membutuhkan waktu dua atau tiga musim untuk memahami banyak hal dengan lebih baik di atas mau pun di luar lapangan. Saya ingin tetap rileks, karena target saya adalah bermain untuk 20 musim ke depan. Ya, saya menjadi petenis profesional pada usia 18 tahun, jadi saya ingin bermain sampai saya berusia 38 tahun,” tambah Sinner.

“Saya 19 tahun, jalan saya masih panjang dan tekanan terbesar yang saya rasakan adalah tekanan yang saya berikan kepada diri saya sendiri. Sebelum anda memenangkan turnamen besar, anda harus kalah di pertandingan besar. Rasanya menyakitkan, tetapi hal itu membuat anda berkembang. Saya melalui masa yang berat untuk melaluinya, saya berbicara banyak dengan tim saya. Tujuan kami adalah untuk menang, tetapi saya katakan lagi, kalah ketika anda masih muda juga menjadi hal yang penting.”

Sementara itu, ketika mayoritas petenis dikarantina di Melbourne sebelum Australian Open musim ini, petenis peringkat 34 dunia berada di Adelaide. Ia cukup mujur dengan menjadi rekan berlatih Rafael Nadal sebelum beraksi di Australian Open dan hal tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

“Pertandingan melawan Nadal di French Open musim lalu sangat penting bagi saya dan latihan saya bersamanya sebelum Australian Open bahkan lebih penting daripada bermain di Melbourne,” timpal Sinner.

“Pada usia 19 tahun, berlatih bersama petenis yang telah memenangkan 20 gelar Grand Slam adalah hal terbaik yang pernah terjadi kepada saya. Tidak hanya untuk karier saya, tetapi juga menjadi pengalaman hidup. Saya tidak akan pernah melupakannya.”

Artikel Tag: Tenis, australian open, Jannik Sinner

485  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini