Bagi Carlos Alcaraz, Kekalahan Ini Jadi Pemicu Kesuksesan Di Madrid

Penulis: Dian Megane
Senin 09 Mei 2022, 07:21 WIB
Carlos Alcaraz lihat kekalahan pahit ini sebagai pemicu kesuksesan di Madrid Open 2022

Carlos Alcaraz semakin terpacu dengan kekalahan di babak pertama Monte Carlo Open 2022

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Spanyol yang tengah memanas, Carlos Alcaraz mengantongi kemenangan kesepuluh secara beruntun demi mengklaim gelar Madrid Open musim 2022.

Petenis berusia 19 tahun sukses menundukkan petenis peringkat 4 besar, yakni Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Alexander Zverev dalam perjalanan memenangkan gelar Masters 1000 kedua dalam kariernya di Madrid. Memenangkan gelar di Barcelona dan Madrid mewakili respon memukau dari petenis berusia 19 tahun yang setelah memenangkan gelar Masters 1000 di Miami Open, menghadapi pertanyaan karena menelan kekalahan di laga pembuka turnamen Masters 1000 clay-court pertama musim ini, Monte Carlo Open.

Petenis berkebangsaan Spanyol mengungkapkan bahwa kekalahan dari Sebastian Korda di Monte Carlo Open membantunya meningkatkan permainan lebih jauh lagi.

“Saya mempertimbangkan diri saya sebagai petenis yang bermain dengan sangat baik. Dengan statistik yang berbicara sendiri, saya pikir saya bermain dengan cukup baik di clay-court saat ini,” ungkap Alcaraz.

“Seperti yang saya katakan di Monte Carlo, anda belajar banyak dari kekalahan. Saya pikir itu contoh yang jelas. Saya kalah di babak pertama Monte Carlo Open dan saya belajar dari kekalahan itu, lalu mulai berlatih untuk Barcelona Open dan Madrid Open. Saya mempertimbangkan bahwa saya bermain dengan sangat, sangat baik dan saya pikir saya lawan yang tangguh bagi petenis lain.”

12 bulan lalu, petenis berusia 19 tahun masih menghuni peringkat 120 dunia dan hanya memenangkan tiga game melawan Nadal di babak kedua Madrid Open. Sementara pada hari Senin (9/5), ia naik ke peringkat 6 dunia setelah ia menjadi petenis putra pertama sejak David Nalbandian di Madrid Open musim 2007 yang mengalahkan tiga dari petenis peringkat 4 besar di turnamen Masters 1000 yang sama.

Namun terlepas dari kesuksesannya, petenis yang unggul di turnamen ATP musim ini dengan mengantongi empat gelar, masih mengincar perkembangan lebih jauh lagi.

“Saya pikir saya masih harus mengembangkan semua hal. Saya selalu mengatakan bahwa anda bisa mengembangkan semua hal. Anda tidak pernah mencapai sebuah batasan,” lanjut Alcaraz.

“Lihat Rafa, Djokovic, dan Federer, mereka semua berkembang dan mereka masih memiliki beberapa hal untuk ditingkatkan. Itulah mengapa mereka begitu handal dan itulah mengapa mereka berada di posisi puncak untuk waktu yang lama, karena mereka tidak berhenti. Mereka tetap berlatih dan berkembang.”

“Itu hal yang ingin saya lakukan. Saya ingin terus berkembang. Saya memiliki pukulan yang benar-benar memukau. Saya tidak mengatakan bahwa saya tidak memilikinya, tetapi saya tahu saya bisa mengembangkan pukulan itu dan bahkan membuatnya semakin membaik.”

Dengan menjuarai Madrid Open, petenis berusia 19 tahun mewujudkan mimpi dari penggemar menjadi juara, setelah ia menyaksikan turnamen tersebut ketika ia masih anak-anak.

“Saya ingat ketika pertama kali saya bermain, ketika saya masih anak-anak di Murcia, saya tidak membayangkan saat itu bahwa saya akan mencapai level ini, berada di sini saat ini, juara Madrid Open,” seru Alcaraz.

“Saa ingat bahwa hidup saya adalah untuk berkompetisi sebelumnya. Saya senang banyak berlatih dan saya masih anak-anak yang senang berkompetisi daripada berlatih.”

“Bagi saya, merayakan gelar ini, sangat, sangat istimewa bersama keluarga, sepupu, paman, kakek nenek, dan semua keluarga saya secara keseluruhan.”

Artikel Tag: Tenis, Madrid Open, Monte Carlo Open, Carlos Alcaraz

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/bagi-carlos-alcaraz-kekalahan-ini-jadi-pemicu-kesuksesan-di-madrid
820  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini