Atas Gebrakan Medvedev Di ATP Finals, Begini Pujian Dari Idolanya

Penulis: Dian Megane
Senin 23 Nov 2020, 19:22 WIB
Daniil Medvedev jadi juara ATP Finals musim 2020

Daniil Medvedev menutup musim 2020 dengan klaim gelar ATP Finals

Berita Tenis: Salah satu idola Daniil Medvedev saat masih anak-anak yakin bahwa petenis muda Rusia tersebut secara fisik siap untuk bersaing demi gelar Grand Slam di masa yang akan datang.

Salah satu mantan petenis kenamaan Rusia, Nikolay Davydenko memuji pendekatan taktik petenis peringkat 4 dunia, Medvedev di ATP Finals musim ini, pendekatan yang mengantarkannya menjadi petenis Rusia pertama yang memenangkan gelar turnamen akhir musim sejak musim 2009 ketika Davydenko memenangkan turnamen tersebut.

Pada partai puncak ATP Finals musim ini, petenis berusia 24 tahun bangkit setelah kecolongan set pertama demi menumbangkan petenis peringkat 3 dunia, Dominic Thiem. Petenis berkebangsaan Rusia juga menjadi petenis pertama dalam sejarah perhelatan turnamen akhir musim tersebut yang menundukkan tiga petenis tiga besar dalam perjalanan memenangkan gelarnya.

“Medvedev bermain fleskibel secara taktik. Bersama pelatihnya, mereka menggunakan taktik yang berbeda melawan petenis yang berbeda. Melawan Thiem, taktik yang mereka pilih bekerja dengan baik,” ungkap Davydenko.

“Ia mendapatkan performa yang optimal dan menerapkan semua yang ia butuhkan.”

Dalam upacara penyerahan trofi, petenis peringkat 4 dunia memberikan tribut kepada rekan senegara yang ia deskripsikan sebagai salah satu idolanya. Kedua petenis Rusia merupakan petenis pertama dan terakhir yang memenangkan ATP Finals ketika digelar di London. Musim depan, turnamen akhir musim tersebut akan berpindah ke Turin.

Juara Paris Masters musim 2020 mendapatkan kejutan ketika ia mendapatkan peluang untuk berbincang dengan Davydenko tidak lama setelah kemenangannya.

“Saya tidak tahu, tetapi Nikolay Davydenko mengomentari pertandingan saya di stasiun televisi Rusia dan saya berhasil berbincang dengannya setelah pertandingan itu,” seru Medvedev.

“Saya sangat terkejut dan senang, karena ia adalah salah satu idola saya ketika saya tumbuh besar, ketika saya mulai bermain tenis. Ia sudah berkiprah di dunia tenis dan bermain dengan luar biasa.”

Kemenangan tersebut menjadi penutup yang sempurna bagi petenis peringkat 4 dunia. Dari November 2019 sampai Oktober 2020, ia tidak mengklaim satu kemenangan pun melawan petenis peringkat 10 besar. Tetapi bulan ini, ia mengklaim tujuh kemenangan atas petenis peringkat 10 besar dan memenangkan gelar Masters 1000 ketiganya di Paris.

Setelah memenangkan gelar terbesar dalam kariernya sampai saat ini, beberapa pihak mulai bertanya-tanya apa yang ia miliki agar bisa mengantongi gelar Grand Slam pada musim 2021. Dalam beberapa musim terakhir, Grand Slam telah didominasi Tiga Besar, tetapi Davydenko percaya bahwa runner up US Open musim 2019 secara fisik siap untuk bersaing demi gelar terbesar di dunia tenis.

“Pada laga lima set, cukup sulit untuk mempertahankan konsentrasi anda. Baik secara psikologi maupun fisik, lebih menyulitkan untuk bertahan dalam waktu yang cukup lama. Tetapi tampaknya bagi saya, Medvedev kini siap untuk menghadapi hal itu. Secara fisik, ia siap, tetapi saya tidak tahu apakah ia memiliki cukup kekuatan mental untuk bertahan dengan konsentrasi seperti itu,” tukas Davydenko.

Medvedev mengakhiri musim ini dengan catatan 28-10 dan ia merupakan salah satu dari dua petenis berkebangsaan Rusia yang mengakhiri musim ini di peringkat 10 besar, bersama Andrey Rublev yang musim ini mengantongi lima gelar.

Artikel Tag: Tenis, ATP Finals, Daniil Medvedev, Dominic Thiem

737  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini