Arti Linangan Air Mata Novak Djokovic Di Final US Open

Penulis: Dian Megane
Senin 13 Sep 2021, 12:52 WIB
Novak Djokovic buka suara tentang kekalahan di final US Open 2021

Novak Djokovic [kiri] dan Daniil Medvedev [kanan] usai lakoni final US Open 2021

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Novak Djokovic mengincar untuk menorehkan sejarah dengan menjadi petenis putra pertama yang memenangkan keempat Grand Slam pada satu musim dalam 52 musim terakhir.

Linangan air mata diharapkan akan mengalir, menang atau kalah. Petenis peringkat 1 dunia hanya terpaut satu kemenangan lagi untuk menyamai pencapaian Rod Laver 52 musim lalu, tetapi akhirnya ia kalah di final US Open musim ini dengan tiga set langsung dari petenis peringkat 2 dunia, Daniil Medvedev.

Sejak kemenangan Wimbledon musim 2015, petenis berkebangsaan Serbia telah memenangkan 12 dari 14 final Grand Slam terakhir yang ia lakoni dan hanya kalah dari Rafael Nadal di French Open musim lalu dan Stan Wawrinka di US Open musim 2016.

“Tentu, bagian dari diri saya merasa sangat sedih. Itu kekalahan yang cukup pahit, maksud saya mempertimbangkan semua hal yang dipertaruhkan,” aku Djokovic.

“Tetapi di sisi lain, saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya dalam hidup saya di sini, di New York. Para penonton membuat saya merasa sangat istimewa. Mereka sangat mengejutkan saya.”

“Jumlah dukungan, energi, dan cinta yang saya dapat dari para penonton adalah sesuatu yang akan saya ingat selamanya. Itu adalah alasan saya menangis ketika pergantian. Emosi dan energinya begitu kuat. Sekuat seperti memenangkan 21 Grand Slam. Itu yang saya rasakan, sejujurnya. Saya merasa sangat, sangat istimewa.”

Kemenangan atas Medvedev di Australian Open musim menentukan arah petenis peringkat 1 dunia dan ketika kesuksesan diikuti dengan kemenangan di turnamen bergengsi tersulit baginya melawan Stefanos Tsitsipas di final French Open, pengejaran pun dimulai. Trofi Wimbledon keenam membuat harapan tersebut tetap hidup. Sementara Alexander Zverev menghalanginya untuk menorehkan Golden Slam (memenangkan keempat Grand Slam dan medali emas Olimpiade) di Tokyo, perlahan tetapi pasti, petenis berkebangsaan Serbia melenggang ke final US Open, meski akhirnya ia harus mengakui keunggulan Medvedev.

“Salut untuk mentalitasnya, strategi, permainannya, dan semua hal. Ia pastinya petenis yang lebih baik dan layak untuk menang, tidak perlu diragukan. Tentu saya kecewa dengan keseluruhan permainan yang saya perlihatkan. Saya tahu saya bisa dan seharusnya bermain dengan lebih baik,” aku Djokovic.

“Tetapi ini adalah olahraga. Kadang-kadang anda menang, kadang-kadang anda kalah. Itu kekalahan yang sangat berat. Tetapi di waktu yang sama, saya merasa senang untuknya, karena ia pria yang baik dan ia layak mendapatkannya.”

“Saya menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan dibandingkan Daniil, itu pasti. Tetapi secara emosional, lima, enam bulan terakhir telah begitu menuntut saya, Grand Slam, Olimpiade, dan bermain di rumah sendiri, Belgrade.”

“Semuanya bersatu di sini bagi saya dan seperti mengakumulasikan semua yang telah saya lalui. Tentu saya sudah begitu dekat dengan gelar Grand Slam lain, tetapi saya harus bangga dengan semua hal yang telah saya dan tim saya raih.”

“Di dunia tenis, kami belajar dengan cepat untuk membalikkan halaman berikutnya. Dalam waktu dekat, sudah ada lebih banyak tantangan. Saya telah belajar untuk mengatasi kekalahan pahit di final sebesar itu. Saya masih mencintai olahraga ini dan saya masih merasa prima di atas lapangan. Selama masih ada motivasi dan semangat, saya akan terus melangkah.”

Artikel Tag: Tenis, US Open, Novak Djokovic, Daniil Medvedev

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/arti-linangan-air-mata-novak-djokovic-di-final-us-open
623  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini