Alexander Zverev Beberkan Tentang Orang Tuanya Yang Positif COVID-19

Penulis: Dian Megane
Selasa 15 Sep 2020, 22:27 WIB
Alexander Zverev telah begitu dekat untuk memenangkan gelar US Open 2020

Alexander Zverev terlihat emosional dalam upacara penyerahan trofi di US Open 2020

Berita Tenis: Petenis peringkat 7 dunia, Alexander Zverev mengakui bahwa ia kesulitan untuk menerima bahwa orang tuanya tidak bisa berada bersamanya di US Open setelah keduanya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Bintang tenis Jerman tersebut memberikan tribut kepada ayahnya, Alexander dan ayahnya, Irina tidak lama setelah kalah dari Dominic Thiem di final US Open. Ia sudah begitu dekat untuk memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya dalam beberapa kesempatan, tetapi gagal melangkahi garis akhir.

Ia unggul di partai puncak tersebut dengan dua set dan berpeluang menutup pertandingan ketika unggul 5-3 di set kelima, tetapi Thiem berjuang keras untuk bangkit sebelum menang dengan lima set.

Berbicara setelahnya, petenis peringkat 7 dunia yang menitikkan air mata membicarakan tentang orang tuanya yang dinyatakan positif COVID-19. Ayahnya, Alexander Sr. merupakan mantan petenis dan telah lama menjadi anggota tim pelatih anaknya bersama pelatih baru, David Ferrer. Irina juga mantan petenis, begitu pun dengan kakaknya, Mischa yang berkiprah di turnamen ATP.

“Mereka selalu berada bersama saya di setiap turnamen. Sayangnya, ayah dan ibu saya positif COVID-19 sebelum turnamen ini dan tidak bisa pergi bersama saya. Saya merindukan mereka. Ini cukup berat,” ungkap Zverev.

“Saya yakin mereka berada di rumah dan merasa bangga. Saya harap saya bisa membawa trofi itu kepada mereka suatu hari nanti.”

Kepada para wartawan, petenis berusia 23 tahun tersebut menjelaskan dengan lebih terperinci. Ia mengakui bahwa ia tidak bisa mengingat banyak tentang apa yang ia katakan ketika upacara penyerahan trofi karena emosinya.

“Mereka baik-baik saja,” tutur Zverev. “Mereka sebenarnya telah negatif. Itu alasan mereka tidak datang ke sini. Tetapi, ya, maksud saya, kalah 7-6 di set kelima setelah unggul dua set kosong dan kekalahan tidak mudah.”

“Ketika menyampaikan pidato saya, saya menjadi emosional. Saya tidak bisa merangkai kata-kata. Saya sebenarnya tidak ingat tentang apa yang saya sampaikan. Itu momen yang menyulitkan bagi saya.”

Final US Open musim ini merupakan langkah pertama Zverev di final Grand Slam. Ia menjadi petenis putra pertama dari negaranya yang melaju ke final US Open sejak Michael Stich musim 1994 dan petenis termuda yang melakukannya sejak Novak Djokovic pada musim 2010.

Artikel Tag: Tenis, US Open, alexander zverev, Dominic Thiem

561  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini