Akibat COVID-19, Perhelatan Australian Open 2021 Diragukan

Penulis: Dian Megane
Kamis 07 Mei 2020, 14:14 WIB
Akibat COVID-19, Perhelatan Australian Open 2021 Diragukan

Juara Australian Open 2020, Novak Djokovic [kiri] dan runner up, Dominic Thiem [kanan]

Berita Tenis: Pimpinan Tennis Australia mengakui ada peluang bahwa Australian Open tidak akan digelar untuk kali pertama dalam 30 tahun terakhir.

Craig Tiley telah mengungkapkan kepada Australian Associated Press (AAOP) bahwa sejumlah pilihan tengah dicari demi perhelatan Australian Open yang akan digelar pada Januari musim depan.

Semua turnamen tenis ditangguhkan sejak Maret lalu akibat pandemi COVID-19 dengan waktu kapan turnamen akan dilanjutkan masih belum ditentukan. Wimbledon telah dibatalkan untuk kali pertama sejak tahun 1945. Sementara itu, US Open dan French Open juga diragukan akan digelar sesuai rencana.

Jika Australian Open digelar musim depan, diharapkan akan ada perubahan yang signifikan, termasuk kemungkinan tidak ada penonton dari luar Australia yang akan menyaksikannya. Total 817.174 penggemar telah menghadiri Australian Open.

“Skenario terburuk adalah tidak ada Australian Open,” aku Tiley. “Skenario terbaik kami saat ini adalah melakukan teknik karantina kepada para petenis yang akan berlaga di Australian Open dan hanya dihadiri para penonton Australia saja.”

Baik pihak ATP dan WTA sebelumnya mengatakan bahwa mereka berharap turnamen akan kembali dilanjutkan sebelum akhir musim ini. Tetapi, sejumlah petenis telah mengekspresikan keraguan bahwa hal itu bisa terjadi. Baru-baru ini, petenis peringkat 2 dunia, Rafael Nadal kepada harian Spanyol, El Pais mengungkapkan bahwa ia percaya musim ini tampaknya telah berakhir.

Di tengah-tengah ketidakpastian, Tiley akan menerapkan sejumlah rencana memungkinkan agar Grand Slam tetap berjalan, termasuk menggelar turnamen tanpa penonton atau memindahkannya ke tanggal lain.

“Ada empat skenario dan kami memperagakan semuanya,” tambah Tiley. “Kami menghitung waktu yang kami miliki untuk mengambil keputusan, tanggal kapan kami akan mengambil keputusan, siapa yang akan terpengaruh, bagaimana hal itu akan mempengaruhi mereka.”

“Kami melakukannya untuk 670 staf. Kami melakukannya untuk semua partner kami, media partner, sponsor, serta semua pihak pemerintah dan kota tempat kami menyewa fasilitas.”

“Dan sekarang kami sekarang kami mengusahakannya di tingkat internasional dan membuat mereka paham dengan semua skenario, apa arti itu semua bagi mereka, dan bagaimana kita bisa melakukannya.”

Australia memiliki kasus COVID-19 yang lebih sedikit dibandingkan negara lain. Sampai 6 Mei, kasus akibat COVID-19 di Australia kurang dari 7.000 kasus dengan kurang dari 1.000 di antaranya masih menerima perawatan, meski angka kematiannya mencapai 96 orang.

Artikel Tag: Tenis, australian open, US Open, French Open, wimbledon

290  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini