Ahli Bedah Ungkap Rencana Juan Martin Del Potro Untuk Kembali Berkompetisi

Penulis: Dian Megane
Sabtu 08 Mei 2021, 22:11 WIB
Juan Martin del Potro ingin kembali tampil di Olimpiade

Juan Martin del Potro ketika tampil di Queen's Club, London musim 2019

Berita Tenis: Mantan petenis peringkat 3 dunia, Juan Martin del Potro telah berjuang melawan banyak cedera melebihi petenis lain dalam satu dekade terakhir.

Namun petenis berkebangsaan Argentina selalu bangkit kembali dan membuktikan diri dengan menghasilkan pencapaian luar biasa.

Bahkan, kembalinya juara US Open musim 2009 di turnamen ATP yang kompetitif menjadi momen yang paling dinantikan pada musim ini. Semua pihak merasa antusias ingin melihat petenis jangkung tersebut kembali ke lapangan dan membantai lawan-lawannya dengan forehand yang mematikan.

Setelah tempurung lututnya retak selama melakoni Queen’s Club Championship beberapa musim lalu, runner up US Open musim 2018 telah menjalani operasi lutut pada Maret musim ini. Itu adalah operasi lutut keempatnya sekaligus operasi kedelapan di sepanjang kariernya.

Sementara rehabilitasi setelah operasi teranyar membutuhkan waktu, diberitakan bahwa tubuh del Potro merespon dengan baik terhadap operasi tersebut dan ia bahkan telah mulai memukul bola di clay-court hijau dengan menggunakan pelindung pada lututnya.

Akan tetapi, tanda tanya besar yang masih mencuat adalah kapan petenis yang memenangkan medali perak Olimpiade musim 2016 akan kembali berkompetisi?

Del Potro mengungkapkan kepada orang-orang terdekatnya bahwa ia merencanakan Olimpiade musim ini sebagai ajang untuk kembali beraksi, bahkan jika ia baru 50 persen prima untuk turun di Olimpiade.

Jorge Chahla, ahli bedah ortopedi yang membedah lutut petenis berkebangsaan Argentina baru-baru ini, mengungkapkan tentang proses rehabitilasi dan hasrat terdalam sang petenis untuk kembali ke turnamen ATP.

“Kesan pertama saya terhadap del Potro adalah saya melihat seorang pria sebagai contoh dari kegigihan, seorang pria yang menghadapi semua hal yang ada di hadapannya. Sangat sulit untuk menjadi petenis peringkat 3 dunia tanpa karakteristik tersebut,” ungkap Chahla.

Menurut Chahla, cedera tempurung lutut yang dialami juara US Open musim 2009 di Queen’s Club musim 2019 cukup jarang dialami petenis lain.

“Cedera itu sangat biasa terjadi pada kecelakaan mobil atau olahraga lain seperti basket, sepak bola, atau rugby. Sementara di tenis, sangat tidak biasa,” tambah Chahla.

“Saya tidak ragu bahwa del Potro akan mengerahkan semua kemampuan untuk kembali. Saya sangat yakin ia akan bisa melakukannya. Secara klinikal, kemajuan dan perkembangan pemulihannya lebih baik dibandingkan pasien normal. Ia telah berlatih keras dengan terapis fisik, jadi, ia berada di pusat kebugaran dengan nutrisi dan disiplin yang baik.”

Terakhir, para penggemar mendapatkan kabar menggembirakan ketika melihat del Potro kembali beraksi di lapangan. Saat ini ia tengah berlatih di Miami bersama fisioterapis dan akan mengunjungi Chahla pada pertengahan Juni mendatang untuk meninjau status lututnya.

Artikel Tag: Tenis, olimpiade, Juan Martin Del Potro

622  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini