Yamaha Dikritik Karena Terburu-buru Depak Valentino Rossi

Penulis: Abdi Ardiansyah
Jumat 01 Mei 2020, 21:50 WIB
Yamaha Dikritik Karena Terburu-buru Depak Valentino Rossi

Valentino Rossi dan Lin Jarvis, Managing Director Yamaha MotoGP.

Berita MotoGP: Mantan Bos Tim Repsol Honda, Livio Suppo, menyayangkan keputusan Yamaha yang lebih memilih membuang Valentino Rossi dari tim pabrikan dan mempertahankan Maverick Vinales.

MotoGP 2020 akan menjadi musim terakhi bagi Valentino Rossi berada di tim pabrikan Yamaha. Posisinya akan digantikan oleh Fabio Quartararo yang tampil mengesankan di MotoGP 2019 yang merupakan musim debutnya.

Tak bisa dipungkiri bahwa Vinales dan Quartararo memang berhasil finis di peringkat yang lebih baik dibandingkan Rossi pada klasemen musim lalu.

Vinales mampu meraih posisi ketiga dengan 211 poin, Quartararo di peringkat kelima dengan 192 poin. Sementara Rossi terlempar ke posisi tujuh dengan raihan 174 poin.

Tak hanya itu, Vinales dan Quartararo sama-sama meraih tujuh kali podium sementara The Doctor hanya bisa naik podium dua kali.

Penampilan yang kian meredup membuat Rossi merasa ragu apakah akan lanjut balapan atau pensiun di musim depan. Yamaha yang tak bisa menunggu jawaban lama langsung memutuskan mengamankan Quartararo dan Vinales yang juga jadi incaran tim lain.

Namun Yamaha menjanjikan Rossi dukungan jika dia membalap tahun depan bersama tim satelit Yamaha.

Kendati demikian, keputusan Yamaha ini juga menuai kontra dari mantan bos Repsol Honda, Livio Suppo. Menurutnya, jika ia adalah petinggi Yamaha maka ia akan memberikan Rossi waktu lebih banyak.

"Sejujurnya, saya tidak akan menempatkan Rossi di Petronas," ujar Livio Suppo, dilansir dari GPOne.

"Saya percaya dengan karier Rossi di Yamaha sedemikian sehingga saya mau mengambil waktu sebelum menambah kontrak Vinales," tandasnya.

Meskipun tak memungkiri bahwa Vinales sanggup tampil apik, namun menurutnya rider berjuluk The Top Gun itu masih belum bisa membuktikan konsistensinya.

"Awalnya, ia (Vinales) terlihat ditakdirkan menjadi penakluk Marc Marquez. Tetapi, setiap tahun ada balapan ketika ia tampil kuat dan ketika ia mendapat masalah. Saya kira itu memang karakternya, tetapi terlalu dini untuk mempertahankan pebalap yang tidak konsisten sepertinya."

"Mudah saja untuk membuat penilaian dengan melihat ke belakang, akan tetapi saya akan menunggu sebelum membuat keputusan," pungkasnya

Artikel Tag: Valentino Rossi, Livio Suppo, yamaha

4633  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini