Yamaha Akui Masalah ECU Jadi Penyebab Buruknya Performa Timnya

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 21 Jan 2020, 14:45 WIB
Yamaha Akui Masalah ECU Jadi Penyebab Buruknya Performa Timnya

Valentino Rossi, Yamaha YZR-M1.

Berita MotoGP: Bos Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, mengaku timnya kerap kali mengalami kesulitan setelah MotoGP melakukan penyeragaman penggunaan perangkat kontrol elektronik (ECU).

Belakangan ini, Yamaha memang kerap kali kalah saing dari tim pabrikan lainnya seperti Honda dan Ducati. Skuat Iwata ini terakhir kali tampil solid pada balapan MotoGP adalah pada tahun 2015, saat masih memiliki duet Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Keduanya sukses mengakhiri musim 2015 dengan Jorge Lorenzo sebagai juara dunia dan Valentino Rossi menduduki posisi runner-up. Total, Yamaha mengumpulkan 655 poin dari dua pebalapnya tersebut dan tampil dominan di sepanjang musim kompetisi.

Akan tetapi, Yamaha mengalami grafik penurunan menyusul keputusan Lorenzo yang hijrah ke Ducati. Pada akhir musim 2017, Yamaha hanya bisa mengantar pebalapnya meraih pencapaian terbaik yakni peringkat ketiga dengan 230 poin.

Prestasi itu bahkan diukir oleh sang rekrutan baru, Maverick Vinales, bukan Valentino Rossi yang berstatus pebalap senior di Yamaha. Performa minor Yamaha masih berlanjut hingga musim lalu, tatkala mereka gagal bersaing melawan Honda dan Ducati dalam perebutan gelar juara dunia.

Selain kepergian Lorenzo, pengenalan peranti elektronik bernama Electronic Control Unit (ECU) juga menjadi salah satu penyebab menurunnya penampilan Yamaha. Yamaha sebelumnya memakai perangkat ECU yang dikembangkan sendiri.

Namun, standarisasi yang dilakukan MotoGP pada 2016 membuat pabrikan asal Iwata itu harus menggunakan ECU buatan Magneti Marelli seperti pabrikan lainnya. Secara umum, ECU digunakan mengatur seluruh kontrol yang ada di motor, mulai dari sasis, traksi, sampai wheelie.

Lin Jarvis selaku managing director Yamaha ini tak menampik jika timnya mengalami kesulitan setelah adanya penyeragaman perangkat itu.

"Motor kami masih bagus pada 2016,dan kami belum kehilangan arah hingga perangkat-perangkat seragam itu datang," kata Lin Jarvis, dilansir dari Speedweek.

"Kami kemudian kehilangan arah dan para kompetitor kami mengambil keuntungan dari itu, membuat langkah dan bekerja dengan lebih baik," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga turut menyesal lantaran sempat menganggap remeh penggunaan elektornik keluaran Magneti Marelli.

"Ya, saya pribadi mempercayai hal itu, kami meremehkan pentingnya untuk bisa memahami perangkat ini dan mencari solusi yang berbeda," ujar Lin Jarvis.

Artikel Tag: yamaha, MotoGP 2019, Valentino Rossi, Maverick Vinales

1477  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini