Valentino Rossi Kembali Pesimistis Tatap Seri di Aragon

Penulis: Viggo Tristan
Senin 12 Okt 2020, 20:30 WIB
Valentino Rossi tak yakin bisa bangkit pada seri di Aragon.

Valentino Rossi ragu bisa petik hasil maksimal di GP Aragon.

Berita MotoGP : Pebalap tim Monster Energy Yamaha yaitu Valentino Rossi merasa pesimistis bisa memetik hasil maksimal di GP Aragon mendatang. Selama mentas di sana dalam beberapa tahun terakhir, Rossi selalu gagal memetik hasil sesuai ekspetasi.

Sebagaimana diketahui, pagelaran MotoGP akan berpindah ke Aragon setelah memasuki seri di Prancis pada pekan kemarin. Sirkuit di Aragon sendiri sudah cukup familiar mengingat trek tersebut sudah menjadi langganan menghelat MotoGP. Kendati demikian, Valentino Rossi kurang percaya diri untuk bisa bangkit pada seri tersebut. Sejarah penampilannya yang tak baik menjadi alasan utama mengapa The Doctor kembali ragu bisa mendapatkan hasil yang optimal.

"Di atas kertas, balapan-balapan itu akan susah untuk saya. Untuk alasan itu, akan penting untuk bisa kompetitif. Itu akan menjadi tantangan. Ada lima balapan tersisa sampai akhir kejuaraan dunia dan saya akan mengerahkan kemampuan terbaik," tutur Rossi ketika diwawancara oleh media setempat.

Dengan kondisi balapan yang semakin sulit menjelang akhir musim, Rossi menyesalkan kecelakaan yang dialaminya di GP Prancis kemarin. Andaikan lintasan dalam kondisi kering, ia yakin bisa melanjutkan balapan hingga tuntas dan meraup poin dengan jumlah yang banyak.

"Dengan Yamaha, kami kesulitan di kondisi ini. Karena hari ini balapan basa, tapi tak banyak air di aspal. Hal yang sama terjadi pada kami saat kami menggunakan ban slick ketika lembab. Kami kurang traksi. Sungguh malang buat saya dan Yamaha. Kami bisa menjalani balapan luar biasa dengan kondisi lintasan kering," tandasnya.

Artikel Tag: Valentino Rossi, yamaha, motogp

1539  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini