Valentino Rossi Jadi Sosok Penting Kebangkitan Rider Muda Italia

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 15 Sep 2020, 17:20 WIB
Valentino Rossi, Francesco Bagnaia, Franco Morbidelli

Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli merayakan hasil podium

Berita MotoGP: Valentino Rossi tak bisa lepas dari kesuksesan dua anak didiknya, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia. Kesuksesan ini juga menjadi momen kebangkitan para pebalap Italia.

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT)  dan Francesco Bagnaia (Pramac Racing) sukses mendominasi balapan di Sirkuit Misano dengan meraih podium pertama dan kedua.

Namun kedua rider tersebut tak lupa juga melempar pujian kepada sang mentor, Valentino Rossi. Sebagaimana diketahui, Bagnaia dan Morbidelli merupakan pebalap jebolan VR 46 Riders Academy yang kini sudah mentas di ajang MotoGP.

Selain itu, kesuksesan dua pebalap asal Italia ini juga seakan menjadi momen kebangkitan para pebalap muda asal Negeri Pizza tersebut yang telah lama meredup.

Rossi sendiri diketahui sempat sedih melihat Italia minim pebalap muda dan juara dunia dalam satu dekade ini. Sembari mengenang mendiang sahabat sekaligus partner latihannya, Marco Simoncelli, ia memutuskan meluncurkan VR46 Riders Academy pada 2014 dan menurunkan tim di Moto3 pada 2014, dan juga Moto2 pada 2017.

VR46 Riders Academy diisi sekitar 8-10 rider muda Italia, dan berpusat di Tavullia, kota tempat Rossi tinggal. Di sana ia membangun manajemen balap, begitu juga fasilitas latihan seperti gym, dan sirkuit flat track yang populer di kalangan tokoh balap dunia, yakni Motor Ranch.

Namun, Motor Ranch tersebut tak hanya diperuntukkan untuk anggotanya saja. Ia juga menyambut siapa saja yang mau ikut berlatih. Alhasil, rider muda Italia lain yang tak tergabung dalam akademi itu juga bisa ikut latihan, contohnya seperti Enea Bastianini, yang juga berkawan dekat dengan para anggotanya.

"Kunci penting kedatangan para rider Italia yang kuat adalah rider terhebat yang pernah ada memutuskan untuk menciptakan lingkungan agar para rider muda bisa berkembang. Inilah alasan ada begitu banyak rider muda yang kuat. Nyaris semuanya datang dari Academy, tapi juga ada rider-rider lainnya. Tapi saat ini tampaknya rider Academy lah yang ada di papan atas," tutur Franco Morbidelli kepada Crash.net.

"Vale adalah seorang juara, ia punya banyak fasilitas yang bisa dipakai untuk bekerja, demi menjadi pebalap yang baik, menjadi atlet profesional. Ia telah berbagi semua pengalaman dan fasilitasnya demi melatih kami, jadi ini adalah aksi nobel darinya. Ia merupakan kawan kami, saya suka menyebutnya sebagai paman kami, karena saya sangat sangat menghormatinya," lanjut Morbidelli.

Bagnaia juga melontarkan pernyataan senada dengan Morbidelli, ia mengaku sangat bersyukur lantaran bisa mendapatkan kesempatan berlatih bersama Valentino Rossi.

"Jika Anda tanya Vale, ia akan selalu punya jawaban untuk Anda, dan ini menakjubkan. Harus saya katakan, tuntunannya sangat membantu saya pada 2018, saat saya memperebutkan gelar dunia Moto2," tutur Francesco Bagnaia.

"Vale telah menciptakan sesuatu yang hebat dan kami sangat menghormatinya. Ia 'memakai' kami sebagai motivasinya untuk tampil kuat, jadi kami memang saling bantu. Kami juga selalu bertanya pada Vale untuk paham caranya melaju lebih cepat," pungkas sang juara Moto2 2018.

Sayangnya, Rossi sendiri tak bisa mendampingi kedua anak didiknya tersebut berdiri di atas podium. Sebab posisi ketiganya diambil alih oleh Joan Mir pada lap akhir jelang finis.

Artikel Tag: Valentino Rossi, Franco Morbidelli, Francesco Bagnaia

1301  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini