Rins: Marc Marquez Sangat Jago Jatuhkan Mental Rivalnya

Penulis: Abdi Ardiansyah
Minggu 31 Mei 2020, 22:10 WIB
Rins: Marc Marquez Sangat Jago Jatuhkan Mental Rivalnya

Alex Rins dan Marc Marquez

Berita MotoGP: Pebalap Suzuki, Alex Rins menyebut bahwa Marc Marquez sangat jago mempermainkan mental para rivalnya di MotoGP.

Alex Rins sukses mengakhiri musim MotoGP 2019 dengan gemilang berkat torehan dua kemenangan. Salah satu kemenangan tersebut diraihnya di Sirkuit Silverstone, Inggris, saat ia bertarung sengit dan sukses membekuk Marc Marquez.

Bagi Rins, kemenangan tersebut membuatnya merasa sangat puas, karena itu bagaikan pembalasan karena ia kerap diasapi oleh Marquez. Selain itu, ia juga lega karena mampu mengalahkan seorang delapan kali juara dunia.

"Marc adalah rival yang harus dikalahkan. Rivalitas kami sangat sengit. Saya sudah beberapa kali bertarung dengannya, dan jelas saya marah tiap kali ia menang atau finis di depan saya. Saya ingin mengalahkannya, tapi ia juga pasti begitu. Saya ingat betul saat saya menang di Silverstone, ia sangat marah," tutur Rins dalam sesi 'MotoGP Live: A Sit Down With' di MotoGP.com bersama juara GP500 1993, Kevin Schwantz.

Uniknya, Rins juga membeberkan bahwa Marquez tak hanya jago dalam balapan, pebalap berjuluk The Baby Alien itu juga jago menjatuhkan mental lawan.

Salah satu momen yang ia ingat adalah insiden senggolan di Brno, Ceko, tahun lalu. Usai insiden, Rins menyebut Marquez tak punya rasa hormat pada rider lain.

Namun beberapa hari kemudian keduanya berdamai dan saling meminta maaf. Marquez mengakui kecerobohannya, Rins mengaku kelewat panas hingga mengucapkan kata-kata tak layak. Namun Rins menegaskan bahwa memaafkan bukan berarti melupakan.

"Marc sangat baik dalam perang mental, ia bermain-main dengan banyak rider. Contohnya, Brno tahun lalu. Saya menjalani lap yang cepat, dan ia melihat saya. Ia membuka ruang tapi tak terlalu lebar. Saya pun berkendara di garis kering dan kami bersenggolan," tuturnya.

"Gara-gara senggolan itu, lap saya jadi kacau, tapi saya tetap ngotot. Pada akhirnya, di chicane terakhir di Brno, sebelum berbelok ke kiri, ia menyalip saya dengan begitu dekat dan membuat kami nyaris terjatuh, kemudian ia malah masuk pit. Peristiwa itu selalu ada di kepala saya, dan saya tahu Marc melihat saya sebagai ancaman," pungkasnya.

Artikel Tag: Alex Rins, Marc Marquez, motogp

997  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini