Repsol Honda Lirik Satu Keunggulan yang Dipunyai Tim Yamaha

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 10 Feb 2021, 17:55 WIB
Repsol Honda, Tim Yamaha

Maverick Vinales dan Valentino Rossi, Tim Monster Yamaha

Berita MotoGP: Performa pasang-surut yang ditunjukkan oleh tim Yamaha ternyata mengundang perhatian dari tim Repsol Honda yang melihat ada satu keunggulan.

MotoGP 2020 menjadi musim yang sangat baik sekaligus sangat buruk bagi tim Yamaha. Skuat asal Iwata ini sukses membuka MotoGP 2020 dengan performa yang nyaris tanpa cela, akan tetapi mereka justru merana menjelang berakhirnya kejuaraan.

Yamaha belum dapat mengatasi masalah lama mereka yaitu grip ban belakang. Mereka harus menderita lantaran sanksi pengurangan poin akibat keteledoran menggunakan klep ilegal buatan vendor yang berbeda.

Bukan hanya itu, klep asing itu tersebut turut menimbulkan masalah baru. Alokasi mesin yang makin terbatas membuat tenaga M1 harus dipangkas demi memperpanjang usia mesin agar sampai hingga selelsainya musim.

Pencapaian Yamaha pada MotoGP 2020 semakin menjadi anomali lantaran mereka sanggup memborong kemenangan terbanyak namun gagal mengamankan gelar juara.

Performa yang tidak konsisten pun menjadi alasannya. Yamaha seolah tak terkalahkan ketika kondisi mendukung. Namun, begitu kondisi sebaliknya terjadi, para rider Yamaha tampak sangat kesulitan untuk sekadar finis di posisi 10 besar.

Tujuh kemenangan Tim Yamaha pun menjadi tidak ada artinya ketika gelar juara direbut oleh Suzuki yang hanya bisa mendulang satu kemenangan dari masing-masing pebalapnya.

Performa Yamaha sejatinya tak bisa dibilang buruk, Yamaha bahkan mendominasi sesi kualifikasi dengan menyabet 9 pole position dari 14 seri yang berlangsung pada musim lalu. Catatan itu juga tidak hanya berasal dari satu pebalap saja.

Keunggulan Yamaha dalam sesi kualifikasi pada MotoGP 2020 mendapat sorotan dari rival mereka, Repsol Honda. Direktur Honda Racing Corporation (HRC), Tetsuhiro Kuwata, dalam wawancara dengan Mr-Bike.jp menginginkan kecepatan seperti Yamaha di kualifikasi.

Kecepatan pada sesi kualifikasi disebut Kuwata sebagai salah satu potensi yang belum dapat dieksploitasi Repsol Honda dari ban belakang Michelin yang baru.

"Saya akan bilang sekitar 60 persen. Dilihat dari hasil kualifikasi, kecepatan Yamaha itu impresif. Saya akan bilang Yamaha paling berhasil dalam menggunakan ban di sesi kualifikasi," ujar Kuwata soal potensi ban Michelin yang sudah dapat dimanfaatkan Honda.

"Itu mungkin nilainya setengah dari 40 persen yang belum bisa kami manfaatkan," imbuhnya.

Honda sebelumnya menjadi raja kualifikasi di MotoGP, utamanya melalui Marc Marquez. Pebalap berjuluk Alien tersebut mampu merebut 62 pole position dari 128 seri yang dilakoninya di kelas MotoGP.

Performa impresif di kualifikasi juga membuat Marquez memborong seluruh penghargaan BMW M sejak debut di kelas utama pada 2013 hingga 2019. Namun,  di musim lalu Honda hanya kebagian satu pole position melalui Takaaki Nakagami pada seri MotoGP Teruel di Sirkuit Aragon.

Artikel Tag: repsol honda, Tim Yamaha

5863  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini