Negosiasi Tujuh Bulan Lebih, Bukti Valentino Rossi Bukan Rider Biasa

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 30 Sep 2020, 21:05 WIB
Valentino Rossi

Valentino Rossi

Berita MotoGP: Negosiasi kontrak yang dilakukan Valentino Rossi dan Petronas Yamaha SRT berjalan sekitar 7 bulan lebih atau tepatnya pada Februari lalu, membuktikan bahwa Rossi memang bukanlah pebalap biasa.

Valentino Rossi awalnya memang sempat dilema apakah ingin melanjutkan karier sebagai pebalap atau pensiun pada akhir musim ini. Apalagi ia saat itu baru saja terdepak dari tim pabrikan Yamaha usai posisinya digantikan oleh Fabio Quartararo.

Jika ingin tetap lanjut, ia hanya bisa memperkuat tim sateli, Petronas Yamaha. Awalnya, diyakini kesepakatan bisa terjalin paling lambat pada bulan Juli lalu.

Namun, butuh waktu hingga tujuh bulan kemudian hingga pihak-pihak terkait, termasuk Rossi siap untuk mempublikasikan detail akhir kesepakatan kontrak tersebut.

Menurut bos Yamaha, Lin Jarvis, sifat Valentino Rossi yang sangat berbeda dalam tim satelit Yamaha juga membuat kesepakatan itu butuh waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada kontrak sebelumnya.

"Butuh proses panjang untuk menyatukannya karena rumit. Biasanya, kontrak hanya antara kami dan Vale dan setiap pembaruan kontrak adalah proses yang sederhana. Apa yang berubah, apa yang perlu diubah, OK selesai," ungkap Jarvis sebagaimana dilansir dari The Race.

"Kali ini kami mengubahnya karena dia akan tetap menjadi pembalap Yamaha.Tetapi, kami harus menempatkannya di tim Petronas," tandasnya.

Pernyataan itu pun turut diamini oleh Kepala Tim Petronas Yamaha, Razlan Razali.

"Kami memiliki tim hukum, mereka memiliki tim legal, Valentino memiliki tim legal. Menyatukan orang Jepang, Malaysia, dan Italia tidaklah mudah. Tetapi, kami menyelesaikannya (kontrak)," ungkap Razlan Razali.

"Saya senang kami menyelesaikan kesepakatan karena ini sangat penting untuk MotoGP. Akan sangat salah jika dia harus berhenti di tahun yang dipengaruhi COVID-19 ini," tandasnya.

"Valentino bukanlah pebalap biasa. Dia adalah komoditas," kata Razlan.

Hal ini juga terbukti karena Rossi telah memperluas bisnis VR46-nya melampaui penjualan merchandise menjadi kerajaan komersial yang luas.

"Ada hak yang terlibat dengannya. Ada tiga pihak yang terlibat dan itu bukan kesepakatan mudah. Dia memiliki hak merek dagang. Kami harus memastikan dengan partner utama kami bahwa mereka semua dilindungi dan tentu saja diskusi tentang orang-orang teknisnya adalah sesuatu yang harus kami yakini.”

Kesepakatan ini juga berlangsung sangat panjang dikarenakan kedua belah pihak baik Valentino Rossi maupun Petronas Yamaha SRT sendiri kukuh dengan pendapatnya masing-masing.

The Doctor yang memang terkenal loyal dengan para anggota krunya ingin membawa seluruh krunya hijrah ke tim baru tersebut. Sementara pihak Petronas sendiri hanya mengizinkan maksimal tiga orang kru saja agar tak banyak merubah susunan organisasi yang dinilai sudah terbentuk dengan solid.

Artikel Tag: Valentino Rossi, Petronas Yamaha SRT

989  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini