Menyesal Pernah Buang Rossi, Honda Tak Ingin Ulangi Kesalahannya Kepada Marquez

Penulis: Abdi Ardiansyah
Senin 04 Mei 2020, 17:10 WIB
Menyesal Pernah Buang Rossi, Honda Tak Ingin Ulangi Kesalahannya Kepada Marquez

Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Berita MotoGP: Honda dinilai telah belajar dari kesalahannya membuang Valentino Rossi. Kini Honda yang telah mengandalkan Marc Marquez tak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan mempertahankan The Baby Alien mati-matian.

Meskipun dalam satu dekade ini Rossi menjadi sosok ikon Yamaha, bahkan kerap kali jadi rival berat Honda, namun kesuksesan karier The Doctor di MotoGP tak bisa lepas dari pabrikan berlogo Sayap Tunggal tersebut.

Honda merupakan tim pertama Rossi di kelas permier. Sejak promosi ke kelas 500cc (sekarang MotoGP) pada musim 2000 lalu, rider berjulukan ia bahkan sudah berhasil mempesembahkan gelar juara sebanyak tiga kali untuk Honda.

Catatan terbaiknya yang sulit disaingi adalah ketika ia meraih gelar MotoGP pertamanya di musim 2001, di mana saat itu ia hanya membela tim satelit Honda, Nastro Azzuro.

Disinyalir karena kurangnya apresiasi dari Honda, The Doctor pun memutuskan untuk hengkang dan berlabuh ke tim Yamaha mulai musim 2004.

Hal diungkapkan oleh pengamat MotoGP, Carlo Pernat, yang menyebut bahwa Honda kurang menghargai kerja keras para pebalapnya. Mereka selalu mengagungkan performa motor dan selalu berkeyakinan bahwa kemenangan yang diraih oleh rider tidak ada kaitannya dengan skill atau kemampuan membalap seseorang.

"Honda mengalami situasi yang sangat sulit karena kepergian Rossi dibanding kebalikannya," ujar Carlo Pernat seperti dilansir dari PaddockGP.

"Di Honda yang penting adalah motor itu yang menang bukan Rossi. Jadi, mereka memberhentikannya, itulah cara pandang mereka," imbuh pria yang sempat menjadi manajer Rossi tersebut.

Pernat juga menilai Honda telah menyesali akan hal itu karena mereka tidak mampu lagi menjadi juara dunia hingga muncul nama Nicky Hayden dan Casey Stoner.

"Honda kemudian sangat menyesalinya, pengecualian untuk Hayden, karena setelah itu mereka gagal merebut gelar juara dunia hingga munculnya Casey Stoner," tandas pria berusia 71 tahun itu.

Honda pun kini dinilai tak ingin mengulang kesalahannya ketika mereka mempunyai rider terbaik saat ini, yakni Marc Marquez.

Meskipun saat ini mereka justru terkesan seperti terlalu bergantung kepada Marquez sebagai pebalap utama dibandingkan para pebalap Honda lainnya. The Baby Alien bahkan telah diikat kontrak dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya yakni selama empat musim.

Pabrikan asal Jepang tersebut terkesan sangat bergantung sekali dengan rider berjulukan The Baby Alien itu hingga mereka memberikan kontrak baru hingga akhir 2024 mendatang.

"Menurut pendapat saya, Honda telah merenungkan kesalahan-kesalahan itu dan saya berpikir itulah yang terjadi dengan Marc Marquez saat ini," tutur Pernat.

"Ini melampaui pemikiran normal, Honda telah berlutut di depan Marquez, dan siapa pun yang datang di sisinya di masa depan hanya akan selalu menjadi pebalap kedua," pungkasnya.

Artikel Tag: Marc Marquez, motogp 2020, Honda, Valentino Rossi

1516  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini