Masalah Pembebasan Lahan di Sirkuit Mandalika Masih Jadi Sorotan

Penulis: Abdi Ardiansyah
Minggu 16 Feb 2020, 23:10 WIB
Masalah Pembebasan Lahan di Sirkuit Mandalika Masih Jadi Sorotan

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika, Lombok, NTB.

Berita MotoGP: Pembangunan Sirkuit Mandalika tengah menghadapi masalah soal pembebasan lahan. Bahkan kendala ini mendapatkan sorotan oleh media asing.

Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021 mendatang. Pembangunan sirkuit di kawasan Mandalika, Lombok, NTB itu tengah gencar-gencarnya digarap.

Dorna Sport selaku promotor MotoGP mengaku sangat berharap Sirkuit Mandalika bisa masuk ke kalender musim 2021.

Namun, di sisi lain ada masalah pembebasan lahan di daerah sekitar kawasan Mandalika tersebut. Hal ini turut diungkap oleh media asal Jerman, Speedweek.

Laporan tersebut ditulis Speedweek setelah mengutip berita dari The Jakarta Post pada 9 Oktober 2016 yang berjudul "Land Disputes Hamper Investment in Lombok Tourism".

Dilaporkan, sejumlah warga sekitar membuat klaim atas lahan mereka. Sebagian petani juga mengaku memiliki hak atas tanah dan kepemilikan rumah yang sampai saat ini belum mendapatkan klarifikasi.

Padahal, nantinya ada sekitar 135 lahan hektar pertanian akan dikonversikan menjadi bangunan Mandalika Resort. Speedweek juga menyertakaan pernyataan Edwin Darmasetiawan selaku Direktur Pengembangan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Ia mengungkapkan bahwa dia prihatin dengan kondisi penyelesaian proyek Mandalika yang pada saat itu tak pernah melakukan pembicaraan mengenai pembangunan lintasan MotoGP.

ITDC diketahui sebagai perusahaan BUMN yang membuat desain dan pengembangan Zona Ekonomi Khusus Mandalika yang disinyalir memakai tanah seluas 1.171 hektar.

Edwin mengklaim, saat itu, pihaknya telah memiliki izin dari Kementarian Keuangan pada tahun 2008 untuk mengorbitkan surat bukti penggunaan lahan tersebut.

Saat itu, direncanakan bahwa pihak berwenang Nusa Tenggara Barat akan duduk bersama para pemilik tanah, mengumpulkan data, dan mencari solusi bersama. Namun, masih ada 13 poin kontroversial setelahnya. Itu (lokasi sirkuit mandalika) adalah properti berharga yang berada di lokasi strategis," tulis Speedweek.

ITDC dan pemerintah NTB juga melibatkan Menteri BUMN ketika itu, Rini Soemarno, dalam menyelesaikan sengketa. Akan tetapi, pihaknya tak mempunyai hak untuk membuat konsesi ke para petani.

Sementara itu, proses pembangunan kini masih terus berlanjut. Dorna sendiri berharap pada pertengahan tahun ini Sirkuit sudah dalam tahap akhir pembangunan.

Artikel Tag: MotoGP 2021, MotoGP Indonesia, sirkuit mandalika

3246  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini