Jadwal Terlalu Padat, Dorna Berubah Pikiran Pangkas Seri MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 01 Apr 2020, 14:05 WIB
Jadwal Terlalu Padat, Dorna Berubah Pikiran Pangkas Seri MotoGP

Carmelo Ezpeleta, Bos Dorna Sport.

Berita MotoGP: Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, kini tengah mempertimbangkan memangkas jumlah seri balap MotoGP 2020, alih-alih tetap menggelar 19 seri balap tersisa.

Jadwal MotoGP 2020 berkali-kali terpaksa berakhir berantakan lantaran adanya pandemi virus corona (Covid-19) yang hingga saat ini terus mencatatkan kenaikan jumlah kasus dan korban.

Per Kamis (1/4/2019), ada 850 ribu lebih kasus dengan jumlah korban meninggal mencapai 42.158 orang. Kendati demikian, sudah ada 178.100 orang yang telah dinyatakan sembuh.

MotoGP sendiri juga merasakan dampaknya. Usai seri pembuka MotoGP Qatar (8/3) digelar tanpa sajian balapan kelas MotoGP, Dorna terpaksa menunda empat seri balap berikutnya.

Pandemi Covid-19 juga membuat Dorna kebingungan untuk menyusun kembali jadwal kejuaraan MotoGP musim 2020. Jadwal terkini MotoGP 2020 banyak menuai protes karena menumpuknya balapan dalam periode yang singkat, utamanya pada akhir tahun.

Terhitung 10 pekan sejak seri MotoGP Aragon pada 27 September, para pebalap harus melakoni delapan balapan yang berlangsung di tiga benua.

Hal ini semakin menimbulakn masalah baru ketika kondisi cuaca di sirkuit tertentu bakal sangat tidak bersahabat. Sebagai contoh, pemindahan MotoGP Argentina ke akhir tahun sudah menimbulkan kekhawatiran akan cuaca yang terlalu ekstrem mengingat musim panas tiba di Argentina saat itu.

Pembatasan perjalanan yang dilakukan banyak negara juga menjadi perhatian Dorna agar semua kontestan dapat berpartisipasi.

Situasi yang pelik ini membuat Presiden Federasi Internasional Balap Motor (FIM), Jorge Viegas, telah mengusulkan untuk menggelar kejuaraan hingga awal tahun depan.

Namun, FIM sendiri mewajibkan setidaknya ada 13 balapan yang digelar musim ini agar MotoGP mendapat status Kejuaraan Dunia.

Memperpanjang kalender kejuaraan hingga musim depan juga akan menimbulkan masalah baru. Sebab, MotoGP akan menghadapi jadwal yang lebih padat pada 2021 dengan hadirnya 22 seri balap, termasuk balapan MotoGP Indonesia.

CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta pun mengungkapkan meskipun pihaknya bersedia menggelar MotoGP 2020 hingga Desember, Ezpeleta enggan mengambil keputusan yang mengancam kelangsungan kompetisi musim depan.

"Kami tidak bisa melangkah terlalu jauh dengan memaksa kejuaraan digelar hingga musim dingin dan merusak musim 2021," tutur Ezepeleta dikutip dari AS.

Ezpeleta menegaskan bahwa keputusan perihal perubahan jadwal akan sangat bergantung dengan kapan MotoGP 2020 dapat dimulai.

Alhasil, ia kini tengah mempertimbangkan opsi untuk memangkas jumlah seri MotoGP 2020.

"Mungkin kami akan membuat musim yang lebih pendek agar kompetisi tahun depan bisa berjalan sesuai rencana. Ketika kami tahu situasi ini, kami akan tahu bagaimana kompetisi berikutnya akan berjalan, karena dunia tidak akan sama sesudah apa yang terjadi sekarang."

"Sekarang hal paling penting adalah agar kami dapat segera keluar dari masalah ini, sehingga kami semua berada dalam kondisi baik dan bisa kembali bekerja," tandasnya.

Artikel Tag: motogp 2020, Virus Corona

1408  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini