Fabio Quartararo Gagal Juara, Bos Petronas SRT Ungkap Penyebabnya

Penulis: Abdi Ardiansyah
Minggu 29 Nov 2020, 14:30 WIB
Fabio Quartararo

Fabio Quartararo

Berita MotoGP: Manajer tim Petronas Yamaha SRT, Wilco Zeelenberg, membeberkan penyebab Fabio Quartararo gagal juara meskipun sempat merajai klasemen MotoGP 2020. Mulai dari inkonsistensi performa hingga masalah mesin.

Fabio Quartararo nampaknya harus ekstra sabar menghadapi kenyataan yang cukup pahit lantaran dirinya gagal juara. Bukan hanya sampai disitu, Quartararo bahkan terlempar dari posisi tiga besar dan hanya bisa mengakhiri musim di peringkat kedelapan dengan torehan 127 poin.

Padahal, Quartararo menjadi kandidat terkuat juara dunia lantaran merajai klasemen MotoGP selama beberapa pekan balap. Penampilannya juga sangat menjanjikan dengan meraih tiga kemenangan balapan dan menjadi pemimpin klasemen MotoGP 2020.

Sementara soal kegagalan ini, Wilco Zeelenberg pun turut memberikan tanggapannya.

"Jika Anda memberi tahu saya ini sebelum musim dimulai, saya akan menjawab dalam olahraga Anda selalu mendambakan lebih dan itu tentu saja adalah gelar dunia. Tanpa Marc (Marquez), gelar juara dunia jelas menjadi tujuan semua orang. Namun kenyataannya berbeda. Tahun ini kembali menunjukkan betapa sulitnya menjadi juara dunia," ujar Zeelenberg sebagaimana dilansir dari Speedweek.

Berkaca pada hasil musim lalu, Manajer Petronas Yamaha SRT ini menilai bahwa penyebab kegagalan musim ini adalah kurangnya konsistensi. Meskipun musim ini dua pebalapnya mampu meraih masing-masing tiga kemenangan, namun secara keseluruhan performa di MotoGP 2019 masih lebih baik.

"Namun, kami lebih suka hasilnya lebih konsisten, terutama dari Fabio. Dia selalu bisa berada di urutan tiga besar pada balapan terakhir tahun 2019, tetapi dia tidak memenangkan balapan apa pun saat itu," ungkap Zeelenberg.

"Tahun ini sebaliknya, tiga kemenangan balapan tetapi tidak ada podium lain. Itu adalah sesuatu yang kami khawatirkan. Seseorang dapat mencari 100.000 penjelasan untuk ini dan itulah kenyataannya," tandasnya.

Zeelenberg juga menngungkapkan bahwa mesin M1 2020 dinilai memang kurang optimal. Bahkan mesin veris 2019 yang dikendarai Morbidelli justru membuahkan hasil runner-up.

"Pada 2019, kami mampu bersaing tampil kompetitif, mengikuti setiap balapan dan selalu berada dalam performa terbaik. Tetapi, itu ada mesin baru yang bereaksi berbeda dari yang kami harapkan di trek. Kami lalu harus mencoba menemukan set-up untuk mesin yang memungkinkan pebalap merasa nyaman. Sayangnya, kami tidak berhasil," ujar Zeelenberg.

Artikel Tag: Fabio Quartararo, motogp 2020, Petronas Yamaha SRT

1213  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini