Casey Stoner Beberkan Kelakuan Buruk Ducati Kepada Pebalapnya

Penulis: Abdi Ardiansyah
Kamis 10 Sep 2020, 23:05 WIB
Casey Stoner

Casey Stoner saat menjadi test rider Ducati

Berita MotoGP: Mantan pebalap sekaligus legenda MotoGP, Casey Stoner, membeberkan kejelekan Ducati selama ia menjadi pebalap penguji di tim tersebut. Hal ini ia ungkapkan sebagai respon kekecewaannya lantaran Andrea Dovizioso didepak begitu saja.

Casey Stoner sendiri bukanlah sosok yang asing bagi Ducati, bahkan ia tercatat menjadi satu-satunya pebalap yang mampu mempersembahkan titel juara dunia MotoGP untuk skuat Merah tersebut pada musim 2007 silam.

Meskipun punya kenangan manis dengan Ducati, Stoner pun tak ragu membeberkan hal yang menurutnya kejelekan mantan timnya tersebut.

Stoner mengetahui kebobrokan Ducati saat mengambil peran sebagai pebalap penguji pada 2015 lalu. Selama tiga tahun membantu pengembangan Desmosedici GP, Stoner merasa masukkannya sama sekali tidak pernah didengarkan oleh tim.

Hal itu pun membuat Stoner merasa sangat kecewa hingga akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Ducati pada 2018 lalu.

Kenangan buruk itu pun bangkit kembali dalam benak Stoner saat mengetahui situasi yang dialami oleh Andrea Dovizioso. Berbicara melalui podcast Grand Prix Australia, ia mengaku kecewa lantaran Ducati tega begitu saja melepaskan Dovizioso.

Sulitnya mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak, dan juga adanya ketidakcocokan masalah arah pengembangan motor Desmosedici GP diduga menjadi faktor utama Dovi memilih pisah. Padahal, rider asal Italia ini punya peran besar membawa kebangkitan tim yang telah ia bela sejak 2013 silam tersebut.

"Ya, saya sangat kecewa dengan Ducati," tutur Stoner dikutip dari Autosport.

Mantan pebalap asal Australia ini pun menyebut situasi yang dialami Dovizioso mirip dengan yang dialaminya pada waktu itu.

"Saya kira mereka setelah berpikir selama bertahun-tahun ini untuk belajar benar-benar menjaga para pebalapnya. Andrea telah berusaha untuk menyelesaikan sesuatu sama seperti saya," ujarnya

"Dan alasan terbesar saya meninggalkan Ducati sebagai test rider adalah kami tidak bisa memberikan masukkan kepada mereka untuk melakukan perubahan," ujar Stoner.

"Jika mereka tidak melihatnya di data, mereka benar-benar tidak mengatakan itu relevan," katanya menambahkan.

The Kuri-kuri Boy itu kemudian menambahkan untuk menyentil Ducati.

"Menurut saya, segala sesuatu tentang motor adalah perasaan yang menyatu dengan pebalapnya. Ini tidak seperti mobil yang hanya memiliki elemen tertenu melalui rekam jejak kemudi, rem, dan klep penutup," ucap Stoner.

"Semuanya perlu diterjemahkan kembali melalui pebalapnya. Dan ketika mereka mendapatkan seseorang yang baik untuk menyampaikan informasi seperti Andrea, maka mereka harus mendengarkannya. Jika tidak didengar, itu adalah bagian besar yang paling dibenci oleh Andrea," pungkas sang juara dunia MotoGP dua kali tersebut.

Artikel Tag: Casey Stoner, Andrea Dovizioso, motogp 2020

1427  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini