Bos Yamaha Puji Langkah Honda Atasi Penyeragaman Perangkat Kontrol Elektronik

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 21 Jan 2020, 19:10 WIB
Bos Yamaha Puji Langkah Honda Atasi Penyeragaman Perangkat Kontrol Elektronik

Marc Marquez, Repsol Honda.

Berita MotoGP: Bos tim Yamaha, Lin Jarvis, menilai Honda telah melakukan langkah yang tepat dalam menghadapi penyeragaman Perangkat Kontrol Elektronik (ECU).

Sebelumnya, Electronic Control Unit dikembangkan oleh masing-masing tim. Namun pada musim 2016, MotoGP mulai melakukan penyeragaman terkait (ECU) untuk tim-tim yang berlaga di kelas primer ini. Secara umum, ECU mengatur seluruh kontrol yang ada di motor, mulai dari sasis, traksi, sampai wheelie.

Seluruh tim diharuskan memakai ECU keluaran Magneti Marelli, tak terkecuali Yamaha. Skuat asal Iwata ini terlanjur nyaman memakai perangkat ECU yang dikembangkan sendiri.

Dampak dari penyeragaman itu pun mulai terasa saat Yamaha kesulitan untuk meraih kemenangan dalam beberapa musim belakangan. Bahkan, skuat berlogo Garpu Tala ini hanya mampu mencatatkan dua kemenangan saja dari 19 balapan sepanjang gelaran MotoGP 2019 melalui Maverick Vinales.

Lin Jarvis selaku direktur manajer tim Yamaha menyesalkan timnya tidak segera mengambil langkah cepat dalam menyikapi perubahan regulasi ini.

Pria asal Inggris ini pun memuji tim rivalnya, Honda, yang membuat langkah komprehensif dengan merekrut salah satu mantan karyawan Magneti Marelli.

"Saya percaya pendekatan yang mereka (Honda) lakukan sangat terbuka dan komprehensi jika dibandingkan dengan kami," tuturnya lagi.

Honda berhasil merekrut Filippo Tosi yang pernah bekerja di Magneti Marelli dan Ducati sebagai insinyur elektronik mereka.

"Honda mendapatkan Filippo Tosi, dia adalah salah satu orang yang pernah terlibat dalam pengembangan perangkat ini. Selain itu, mereka juga merekrut orang Italia lainnya yang telah bekerja mengembangkan perangkat lunak ini," pungkasnya.

Artikel Tag: yamaha, Honda, motogp

2228  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini