Bos Dorna: Tanpa Vaksin Covid-19, MotoGP 2020 Kemungkinan Besar Batal

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 08 Apr 2020, 21:45 WIB
Bos Dorna: Tanpa Vaksin Covid-19, MotoGP 2020 Kemungkinan Besar Batal

Carmelo Ezpeleta, Bos Dorna Sport.

Berita MotoGP: Menanggapi soal kepastian kompetisi MotoGP 2020, CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, meyakini bakal kesulitan menggelar MotoGP jika vaksin virus corona (Covid-19) belum ditemukan.

Akibat pandemi Covid-19, jadwal MotoGP 2020 ikut terkena dampaknya. Hingga saat ini sudah satu seri dibatalkan dan tujuh seri lainnya harus ditunda. Meskipun demikian belum diketahui kapan kompetisi MotoGP benar-benar bisa digelar lagi.

Menurut Bos Dorna, Carmelo Ezpeleta, meskipun andaikan situasi dunia sudah membaik, beberapa negara akan tetap waspada. Ia pun mengungkapkan akan sulit menggelar MotoGP atau acara lain jika vaksin Covid-19 belum ditemukan.

"Sebelum ada vaksin untuk menghentikan penyebaran virus corona, akan sangat sulit atau hampir mustahil menggelar grand prix dan gelaran besar lain. Meski kehidupan bakal kembali normal sedikit, pembatasan travel akan tetap dijalankan beberapa negara," ujar Ezpeleta kepada Speedweek .

"Jadi tak memungkinkan melihat adanya jumlah besar orang-orang untuk menonton pertandingan sepak bola atau hadir di gelaran MotoGP. Saya tak terlalu yakin kami bisa menggelar MotoGP 2020 meski kami terus berusaha keras dan mempertimbangkan semua solusi," tandasnya.

Sementara Dorna punya kontrak dengan FIM untuk menggelar minimal 13 balapan. Namun di situasi yang seperti saat ini, FIM pun melonggarkan peraturan tersebut.

"Dalam kondisi mendesak, kami bisa mereduksi jumlah grand prix. Jika kami menggelar lebih sedikit balapan, saya tak cemas. Kami tetap bisa melihat juara dunia. Jujur saja, sekalinya kami dapat kesempatan memulai balapan, kami akan melakukannya. Tak peduli berapa jumlahnya," tutur Ezpeleta.

"Kami punya lebih dari lima bulan sebelum September, jadi kami masih bisa menggelar 4-5 grand prix. Kemudian kami bisa merombak kalender: mungkin beberapa balapan di Eropa, dan lalu ke Asia jika restriksi travel di sana sudah melunak. Tapi ini semua sangat tergantung situasi secara global," tandasnya.

Ezpeleta pun mempertimbankan untuk menggelar MotoGP 2020 tanpa penonton jika memang diperlukan. Namun ia juga menyatakan bahwa pihaknya tak mau mengambil keputusan gegabah seperti Formula 1 yang sempat ngotot menggelar balapan di Australia pada 13-15 Maret lalu meski akhirnya dibatalkan secara mendadak.

Artikel Tag: Virus Corona, motogp 2020

690  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini