Berlaga di MotoGP, Luca Marini Tak Perlu Jaga Berat Badan Lagi

Penulis: Abdi Ardiansyah
Sabtu 06 Mar 2021, 14:35 WIB
Luca Marini

Luca Marini

Berita MotoGP: Rider Sky VR46 Avintia, Luca Marini, mengaku sudah siap menjalani musim perdananya di kelas MotoGP 2021 mendatang. Salah satu hal yang ia perhatikan adalah berat badan

Luca Marini bakal mengawali langkahnya di kelas tertinggi dengan mengikuti tes shakedown yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, pada Jumat (5/3/2021). Marini bakal bergabung dengan rookie lain untuk tes shakedown yang juga melibatkan pebalap penguji serta pembalap pabrikan konsesi di MotoGP.

Tes ini pun menjadi kesempatan pertama bagi Marini mengenal motor baru yang akan digunakannya dalam lomba yaitu Ducati Desmosedici GP19. Pasalnya, peniadaan tes pramusim di Valencia dan Sepang membuat Marini praktis hanya bisa membayangkan karakter Desmosedici dari penuturan orang-orang di Ducati.

"Saya hanya ingin merasa nyaman dengan motornya dan mendapatkan sensasi yang bagus. Saya juga akan mencoba menjadi lebih cepat, tetapi saya tidak akan terburu-buru dan melakukannya secara bertahap," ujar Luca Marini sebagaimana dilansir dari MotoGP.

Marini sebelumnya mengaku bahwa ia telah belajar dari kesalahan Francesco Bagnaia, pebalap Ducati sekaligus rekannya di Akademi VR46. Bagnaia yang pada musim debutnya sanggup mencuri perhatian setelah mencetak waktu lap tercepat kedua pada tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Namun sang juara dunia Moto2 2018 tersebut justru kesulitan untuk tampil kompetitif lantaran tidak bisa beradaptasi secara penuh dengan Desmosedici, utamanya dalam teknik pengereman.

Kekuatan fisik serta ketahanan pun jadi fokus utama dalam persiapan Marini. Ia mengaku bahwa sebelumnya fokus menjaga berat badannya seringan mungkin untuk bisa bersaing di kelas intermediate MotoGP tersebut.

Sebagai informasi, Marini terbilang punya postur yang cukup tinggi sama seperti kakaknya, Rossi. Marini memiliki tinggi 184 cm, 3 cm lebih tinggi daripada Rossi (181 cm), tinggi badannya pun 14 cm lebih tinggi dari rata-rata tinggi pebalap ideal (170 cm) menurut data dari Motul pada 2018.

Faktor tinggi badan itulah yang membuat Marini menempuh jalur cepat dengan langsung berkiprah di Moto2 alih-alih memulai dari kelas Moto3 yang punya motor lebih kecil.

Kini, Marini bisa lebih rileks. Postur tubuh mungkin tetap kurus namun dia memiliki aspek baru untuk ditingkatkan.

"Di Moto2 sangat penting untuk menjaga berat badan seringan mungkin," ujar pebalap yang berat badannya 'hanya' 69 kilogram tersebut.

"Sekarang saya bisa berlatih lebih keras di gym dan saya merasa tubuh saya berada di kondisi yang bagus. Setelah mencoba motornya saya bisa menyesuaikan lagi persiapannya dan mengetahui berbagai aspek yang harus saya tingkatkan," tukasnya.

Tes pramusim MotoGP 2021 bakal berlangsung selama enam hari dan terbagi dalam tiga sesi yaitu tes shakedown (5 Maret), sementara tes resmi I (6-7 Maret), dan tes resmi II (10-12 Maret).

Artikel Tag: Luca Marini, MotoGP 2021, Ducati

742  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini