Singapura Akan Tinjau Ulang Kesepakatan F1 Di Tengah Penyelidikan Korupsi

Penulis: Hanif Rusli
Rabu 07 Feb 2024, 11:08 WIB
Meski kontrak Grand Prix F1 Singapura sedang diselidiki pemerintah, persiapan untuk balapan 2024 tetap dimulai. (Foto: AP)

Meski kontrak Grand Prix F1 Singapura sedang diselidiki pemerintah, persiapan untuk balapan 2024 tetap dimulai. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Pemerintah Singapura akan meninjau kembali persyaratan perjanjiannya untuk menjadi tuan rumah Grand Prix Formula Satu (F1) setelah mantan menteri transportasinya dituduh melakukan korupsi.

Pemerintah negara kota Singapura akan meninjau kembali persyaratan perjanjiannya untuk menjadi tuan rumah Grand Prix Formula Satu setelah mantan menteri transportasinya dituduh melakukan korupsi, kata seorang pejabat pada Senin (5/2).

Mantan Menteri Transportasi Subramaniam Iswaran, yang dikenal sebagai S. Iswaran, mengundurkan diri bulan lalu setelah didakwa melakukan 27 pelanggaran menyusul investigasi korupsi tingkat tinggi di negara kota di Asia Tenggara tersebut. Ia telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan-tuduhan tersebut, yang sebagian besar berkaitan dengan korupsi.

Selain mantan menteri tersebut, kasus ini juga melibatkan miliarder taipan hotel Ong Beng Seng, yang berjasa dalam membawa balapan malam Formula Satu pertama ke Singapura pada tahun 2008. Menteri Perdagangan dan Industri Grace Fu mengatakan kepada Parlemen pada hari Senin bahwa "sehubungan dengan tuduhan korupsi, kami sedang meninjau kembali ketentuan-ketentuan perjanjian (F1)".

"Sejauh ini, tidak ada yang menunjukkan bahwa kontrak Formual Satu atau kontrak lainnya telah disusun untuk merugikan pemerintah," kata menteri tersebut. Singapore Tourism Board (STB) telah ditugaskan untuk meninjau ulang balapan edisi 2022, kata Fu. STB menandatangani kontrak dengan promotor Ong's Singapore GP pada tahun 2007 untuk menyelenggarakan balapan malam hari.

Kontrak tersebut diperbarui pada tahun 2012, 2017 dan 2022, yang memperpanjang jangka waktu saat ini hingga 2028. "Meskipun kami akan meninjau semua kontrak pemerintah untuk melindungi kepentingan Singapura, kami tetap berkomitmen untuk Grand Prix F1 Singapura. Persiapan untuk balapan 2024 telah dimulai," kata Grace Fu, mengesampingkan dampak apa pun pada balapan tahun ini.

Ini termasuk tuduhan bahwa ia menerima suap atau pembayaran dari taipan properti Beng Seng. Beberapa dari pembayaran ini diduga termasuk penerbangan dengan pesawat pribadi Ong dan tiket ke Grand Prix Singapura, yang disarankan oleh Iswaran.

Penyelidikan ini telah menarik perhatian Singapura, negara berpenduduk lima juta orang yang telah menjadi pusat keuangan global dalam beberapa dekade terakhir dan memiliki reputasi sebagai salah satu negara yang paling tidak korup di dunia.

Artikel Tag: f1

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/singapura-akan-tinjau-ulang-kesepakatan-f1-di-tengah-penyelidikan-korupsi
161  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini