Masalah Ban Buat Carlos Sainz Gagal Finis Lima Besar di Portimao

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 05 Mei 2021, 00:30 WIB
Carlos Sainz Jr.

Carlos Sainz Jr.

Berita F1: Carlos Sainz mengungkapkan bahwa apabila ia tak terkendala dengan masalah ban mobil saat balapan di GP Portugal, ia yakin dirinya mampu finis di lima besar.

Carlos Sainz memulai balapan GP Portugal dengan start dari grid kelima. Dengan start di posisi strategis, ia berhasil mendahului pebalap Red Bull Racing, Sergio Perez, yang berada di urutan keempat. Sayangnya saat mengikuti iringan safety car, ia tergelincir dan memutuskan memakai ban medium pada 21 lap terakhir.

Akibatnya ia kesulitan untuk melaju cepat karena sebagian besar pebalap lainnya menggunakan ban hard. Sainz pun tak dapat menahan serangan lawan di belakangnya.

Usai disalip rekan setimnya, Charles Leclerc, posisi Sainz semakin merosot karena Esteban Ocon, Fernando Alonso, Daniel Ricciardo dan Pierre Gasly berhasil mendahuluinya. Alhasil, ia harus puas finis di posisi ke-11 dan gagal membawa pulang poin dari balapan yang digelar di Portimao tersebut..

“Melihat ke belakang adalah hal yang indah, dan jika dipikir-pikir, jelas masalah utama yang membuat kami kesulitan adalah ban, terutama pada mobil kami. Kami sangat kesulitan dengan ban medium, dan kami harus memahami mengapa mobil begitu kesulitan dengan ban medium, mengapa ban itu tak bekerja dengan baik di mobil kami,” ungkap Sainz seperti yang dikutip dari laman Motorsport.com.

“Kalau dipikir-pikir, pasti kami akan melakukan sesuatu dengan sangat berbeda, tetapi dengan data yang kami miliki sebelum perlombaan, kami berpikir bahwa strategi ban soft atau medium akan baik-baik saja, tapi ternyata tidak,” tambahnya.

Carlos Sainz lalu meminta timnya agar terus mempelajari data yang diperoleh sepanjang GP Portugal dan tidak mengulangi kesalahan yang sama pada balapan berikutnya.

“Banyak yang harus dianalisa dan banyak yang harus dilakukan sekarang dalam tiga atau empat hari ke depan. Saya yakin kami akan mengambil kesimpulan yang benar dan meningkatkannya. Saya tahu bahwa itu ada di tangan kami dan di tangan saya untuk finis di lima besar, enam besar dengan balapan yang bagus dan kecepatan yang kami tunjukkan sepanjang akhir pekan,” tutur pebalap Ferrari tersebut.

“Saya pulang dengan tangan hampa dan finis di posisi ke-11, sulit untuk memikirkan hal-hal positif,” katanya.

Bos Ferrari, Mattia Binotto, mengungkapkan bahwa ditengah balapan yang digelar di Sirkuit Algarve tersebut, timnya mengecek seberapa besar tingkat keausan ban mobil SF21 yang dikemudikan Sainz, kemudian memutuskan untuk menggantinya dengan ban medium.

Ferrapi pun mengambil keputusan agar Sainz bertukar posisi dengan Leclerc. Leclerc akhirnya mampu menyelesaikan balapan di urutan keenam, dengan selisih waktu lima detik di belakang pemimpin lini tengah, Lando Norris.

“Menukar posisi adalah sesuatu yang sangat ingin kami hindari, itu merupakan sesuatu yang tak bagus. Tapi, terkadang itu diperlukan. Di balapan ini, kami merasa itu perlu karena adanya perbedaan kecepatan, dan kami melihat Carlos kesulitan dengan ban medium. Kami memintanya, dan dia langsung melakukannya,” jelas Binotto.

“Jadi, ini terlihat dia sangat memahami pesan kami. Saya pikir ketika Anda memiliki pebalap yang memahami apa yang menjadi prioritas dan yang mendukung tim, itu selalu menjadi sebuah kebanggaan,” tutupnya.

Artikel Tag: Carlos Sainz Jr, Ferrari, Charles Leclerc, F1 2021, GP Portugal

333  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini