Legenda F1 Nilai Mercedes Saat Ini Alami Tekanan Besar

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 09 Jun 2021, 13:30 WIB
Mercedes, Lewis Hamilton, Damon Hill

Lewis Hamilton dan Damon Hill

Berita F1: Legenda F1, Damon Hill, berpendapat bahwa Mercedes saat ini dalam kondisi sangat tertekan usai mencatatkan hasil buruk saat balapan di Monako dan Azerbaijan.

Mercedes tampak mulai goyah sejak menorehkan hasil buruk di GP Monako. Catatan mereka di Monte Carlo bahkan membuat mereka untuk kali pertama sejak GP Inggris 2018 di Silverstone, tidak mampu memimpin klasemen pebalap maupun konstruktor.

Tiga tahun lalu, rival terberat The Silver Arrow yakni Sebastian Vettel yang saat itu membela Ferrari. Kali ini, mereka harus menghadapi Max Verstappen dan Red Bull Racing.

Di trek jalan raya Baku City Circuit, Azerbaijan, pabrikan asal Jerman tersebut juga terlihat sangat kesulitan. Verstappen dan Sergio Perez mampu berada di barisan terdepan saat balapan. Sedangkan pebalap mereka, Lewis Hamilton, berpeluang finis di P3.

Namun semua menjadi kacau saat Verstappen mengalami pecah ban, hanya beberapa lap sebelum finis (51 lap lomba). Restart pun dilakukan ketika GP Azerbaijan hanya menyisakan dua lap. Sayangnya, Hamilton membuat kesalahan hingga hanya finis di urutan ke-15. Sedangkan Perez berhasil menjadi pemenang balapan.

Rekan setim Hamilton, Valtter Bottas bahkan hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-12. Inilah hasil tanpa poin pertama bagi tim yang bermarkas di Brackley, Inggris, itu sejak GP Austria 2018.

Damon Hill, legenda F1, mengikuti dengan serius persaingan sengit antara Mercedes dengan Red Bull Racing dan juga Lewis Hamilton yang berduel ketat dengan Max Verstappen.

“Semua bisa melihat sesuatu yang tidak pernah terjadi di F1 era turbo-hybrid, yakni Mercedes benar-benar dalam tekanan. Red Bull tetap mampu mengejar meski kalah dalam urusan kekuatan mesin” kata Hill seperti yang dikutip dari Motorsport.com. 

Hill menilai, jika situasi tersebut terus berlanjut, Mercedes tak akan mampu fokus mempersiapkan diri untuk musim depan. Kemungkinan mereka hanya akan melakukan beberapa perubahan kecil pada mobil dan tidak akan mengembangkan sasis 2021.

“Di sisi lain, Red Bull Racing sudah sangat bersemangat untuk bertarung merebut gelar. Mereka melihat ini kesempatan paling besar dan merasa kans untuk kembali juara lagi sejak terakhir pada 2013, sangat terbuka,” ucapnya

“Secara umum, persaingan seperti ini akan membuat tekanan bakal naik. Pengalaman menunjukkan, situasi seperti ini bisa memicu kesalahan-kesalahan,” jelas Hill.

Artikel Tag: Mercedes, Lewis Hamilton, Valtteri Bottas, F1 2021

333  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini