Riot Rilis Buku Pedoman Kompetitif Pertama Jelang Ajang First Strike

Penulis: Fajar Muhammad Fajar
Minggu 18 Okt 2020, 12:30 WIB
VALORANT rilis buku pedoman kompetitif pertama jelang event First Strike

VALORANT via Esports ID

Berita ESports: Menjelang event First Strike, Riot Games resmi merilis buku pedoman dan kebijakan kompetitif pertama untuk esports VALORANT.

Dibuat oleh Kepala Operasi kompetitif untuk esports VALORANT Alex Francois, aturan dan kebijakan yang diuraikan pada dokumen itu akan berfungsi sebagai landasan untuk game esports etersebut.

Dalam entri blognya sepertis dilansir the gamer, Francois menyebut, feedback dari para pemain, penggemar, serta penyelenggara turnamen sangat berharga dalam membantu Riot mengidentifikasi struktur yang dibutuhkan demi memastikan integritas kompetitif olahraga saat ini, dan di masa depan.

Kebijakan persaingan global VALORANT akan mencakup segala hal, dari usia pemain, seragam yang bisa diterima, sampai nama tim yang disetujui. Pada buku kebijakan juga mencakup bagian besar tentang integritas kompetiti, yang membahas masalah yang potensial, mulai dari aturan pertandingan, suap, hingga kecurangan.

"Sebagian besar pelanggaran aturan dapat dicegah dengan menulis aturan yang jelas dan transparan. Untuk melengkapi kebijakan kompetitif kami dan memastikan permainan yang adil," ujar Francois dilansir dari the gamer.

Dirinya juga mengungkapkan telah membangun kemitraan yang kuat dengan tim anti-cheat VALORANT, yang akan membantu dalam mengidentifikasi perilaku-perilaku mencurigakan para pemain, serta membantu tim menyamakan bidang permainan turnamen.

Sementara dalam buku peraturan tersebut, disebutkan dilarang berbuat kecurangan, pengaturan pertandingan, perjudian, dan menerima hadiah sehubungan dengan turnamen VALORANT yang disetujui Riot. Untuk para pemain, mereka dilarang untuk bermain dengan Riot ID milik orang lain, menggunakan perangkat yang tidak disetujui di area pertandingan turnamen, hingga dilarang mengakses media sosial saat berada di area pertandingan.

Tidak sampai di situ, Riot juga bahkan melarang penggunaan bahasa kasar atau menyinggung saat berpartisipasi dalam setiap acara atau dalam komunikasi apapun yang berkaitan dengan kompetisi resmi atau VALORANT. Pemain juga akan dilarang berpartisipasi jika berperilaku tidak etis, tidak bermoral, atau tercela selama acara, sebagaimana ditentukan oleh penyelenggara turnamen.

Untuk tim, mereka hanya akan diizinkan untuk membuat perubahan roster di luar Periode Kunci Riot Roster yang selalu berubah dari tahun ke tahun.

Tim juga dilarang menggunakan lokasi geografis dalam nama tim mereka, walaupun menyertakan satu nama sponsor. Sebelum berpartisipasi dalam turnament VALORANT resmi yang disetujui Riot, para pemain akan diminta untuk menerima dan setuju untuk mematuhi segala aturan dan kebijakan turnamen.

First Strike akan menjadi yang pertama pada event ini, yang berlangsung pada akhir tahun ini di berbagai wilayah di seluruh dunia.

Artikel Tag: VALORANT, Rule Book, Esports

413  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini