Developer Auto Chess, Dragonest Berencana Membuat MOBA Seluler

Penulis: Fajar Muhammad Fajar
Senin 11 Jan 2021, 05:00 WIB
Developer Auto Chess, Dragonest Berencana Membuat MOBA Seluler

Auto Chess via Inven Global

Berita Esports: Developer game Auto Chess, Dragonest, akhir-akhir mengumumkan memiliki rencana untuk membuat MOBA seluler (mobile), menggunakan karakter dan item yang mirip dengan MOBA Dota 2.

Mereka sedang mengambil IP-nya dan membuat MOBA mobile demi melanjutkan kancah permainan yang kompetitif. Dalam video pengumumannya Dragonest menyebut kembali game MOBA mobile pertama mereka Fight For Freedom yang dirilis tahun 2015. Walaupun mengakui game itu tidak sesuai ekspektasi, tapi dengan lebih banyak kesuksesan dan pengalaman yang kini mereka miliki, sang developer siap membuat game MOBA baru untuk bersaing di pasaran.

Developer Auto Chess itu juga berencana dalam game MOBA-nya nanti, akan menggunakan karakter dan item yang mirip dengan Dota 2. Itu tidak mengejutkan sebab, salah satu game mereka Auto Chess, dibuat oleh klien Dota 2, dan awalnya menggunakan unit dan item game tersebut untuk bidak caturnya.

Tapi, Dilansir Invenglobal, saat Valve ingin terlibat dalam project itu, Dragonest dan Valve memutuskan untuk berpisah, dan masing-masing dari mereka membuat versi game milik mereka. Valve membuat Dota Underlords, sedangkan Dragonest hanya mengganti nama dari karakter dan item dari MOBA Dota 2 yang mereka simpan, serta membuat sedikit penambahan dan perubahan untuk diterapkan ke game Auto Chess.

Meski begitu, game Auto Chess mampu menjadi game tersukses mereka yang juga paling dikenal, bahkan menjadi pelopor game genre auto battler dengan munculnya Dota Underlorda dan Teamfight Tactics. Developer juga mengklaim, pekerjaan mereka di Auto Chess membantu mereka "menentukan genre bame kompetitif baru yaitu auto battler".

Sekarang, karakter yang berasal dari MOBA Dota 2 akan berada di MOBA milik Dragonest. Selain itu, MOBA Auto Chess ini akan menghadirkan siklus siang dan malam yang akan mempengaruhi penglihatan pemain beserta medan tempur yang bisa dirusak. Sebelumnya, dua fitur tersebut merupakan fitur klasik Dota 2.

Sedangkan jika rencana menggunakan fitur Dota 2 tidak terealisasi, direncanakan mereka akan membuat semua pahlawan bebas untuk bermain, dengan strategi "no pay to win" dan "no stats growth outside the games", demi menjaga permainan tetap adil dan tetap pada level permainan untuk semua pemain, terlepas dari uang dan waktu yang dihabiskan untuk bermain.

Sang developer belum mengumumkan tanggal rilis game MOBA selulernya, tapi mengaku sedang berada dalam awal produksi.

Artikel Tag: Dragonest, Auto Chess, Dota 2, Esports

601  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini