banner babe

Timnya Kalah, Djanur Nilai Kepemimpinan Wasit Kontroversial

Penulis: Dayat Huri
Kamis 19 Sep 2019, 21:30 WIB
Timnya Kalah, Djanur Nilai Kepemimpinan Wasit Kontroversial

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman/foto dok Barito Putera

Berita Liga 1 Indonesia: Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, menilai kepemimpinan kontroversial wasit Agus Fauzan Arifin menjadi salah satu penyebab utama kekalahan timnya dari Bhayangkara FC dengan 1-4 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Rabu (18/9) kemarin.

Dalam pertandingan itu, Barito Putera harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain, setelah Bayu Pradana dan Nazar Nurzaidin menerima kartu merah.

Kondisi itu yang kemudian disebut Djadjang Nurdjaman memengaruhi performa timnya, sehingga harus takluk di kandang sendiri.

"Sepertinya keputusan wasit yang banyak merugikan kami, kontroversilah. Sehingga pemain kami sedikit terpengaruh. Dalam satu pertandingan ada dua kartu merah," jelas pelatih yang karib disapa Djanur itu seperti dilansir laman resmi Barito Putera.

Menurut Djanur, kegagalan meraih angka di kandang sendiri membuat kondisi timnya semakin sulit. Apalagi mereka tengah berjuang untuk keluar dari zona degradasi.

"Saya rasa ini sangat-sangat merugikan dan itu semua dipicu dengan ketidakjelasan wasit. Pelanggaran-pelanggaran yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga mengundang emosi kami dan lebih berani lagi mengeluarkan dua kartu merah," tegas mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.

Hal senada juga diungkapkan kiper Barito Putera, Aditya Harlan, yang menilai kartu merah Nazar Nurzaidin adalah sebuah kesalahan dan keputusan gegabah dari wasit.

"Saya juga agak sedikit kaget wasit berani memberikan kartu merah... Kita tidak meratapi itu semua dan kita fokus menghadapi Persija Jakarta di Jakarta," jelasnya.

Kekalahan itu membuat posisi Barito Putera tetap terpuruk di peringkat dua dari bawah dengan koleksi 16 angka dari total 19 pertandingan yang sudah dijalani.

Artikel Tag: Liga 1, Barito Putera, Bhayangkara FC, Djadjang Nurdjaman

3055  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini