Terlilit Kasus Hukum, Kontrak Saddil Ramdani Terancam Diputus Bhayangkara FC

Penulis: Dayat Huri
Jumat 03 Apr 2020, 16:30 WIB
Terlilit Kasus Hukum, Kontrak Saddil Ramdani Terancam Diputus Bhayangkara FC

Saddil Ramadani/foto dok Bhayangkara FC

Berita Liga 1 Indonesia: Manajemen Bhayangkara FC menyerahkan penanganan kasus hukum yang tengah melilit Saddil Ramdani ke pihak Polres Kendari. Pemain timnas Indonesia itu dilaporkan ke Polres Kendari atas dugaan penganiayaan yang dilakukannya.

Manajer Bhayangkara FC, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan memastikan, pihaknya tidak akan melakukan intervensi terhadap pihak kepolisian terkait penanganan kasus salah seorang pemain pilarnya itu.

"Kami menyerahkan proses hukum kepada Polres Kendari," tegas AKBP I Nyoman Yogi Hermawan seperti dilansir laman resmi Bhayangkara FC.

Lepas dari proses hukum yang masih didalami pihak berwajib, Saddil Ramdani sebagai pemain Bhayangkara FC pun dibayangi sanksi dari klub. Menurut Pasal 12 poin 2.a dalam kontrak pemain Bhayangkara FC, kontrak Saddil Ramdani bersama Bhayangkara FC bisa berakhir jika ia terjerat hukum pidana.

"Kami tunggu proses penyeledikan pihak berwajib. Setelah itu, kami akan membahasnya dalam rapat manajemen," terangnya.

Para pemain Bhayangkara FC sendiri tengah dalam kondisi diliburkan setelah PSSI dan PT. LIB menghentikan kompetisi sepak bola tanah air akibat pandemi Covid-19 untuk sementara waktu. Manajemen pun memulangkan seluruh pemain hingga ada kejelasan kapan kompetisi mulai kembali.

Selama kompetisi dihentikan, klub diperbolehkan membayar gaji para pemain dan official sebesar 25 persen dari nilai kontrak. Langkah ini dikarenakan klub tidak memiliki pemasukan karena tidak adanya pertandingan.

"Kita sebagai klub mengikuti apa yang sudah diputuskan federasi. Lagipula memang saat ini tidak ada aktivitas yang dilakukan tim. Jadi kita ikuti keputusan," kata COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji.

Sumardji juga akan berbicara dengan sponsor terkait dengan penundaan kompetisi. Sampai saat ini, sponsor masih bisa menerima penundaan Liga 1 2020. Namun, jika nantinya status darurat virus corona diperpanjang lebih dari 29 Mei, Bhayangkara FC tentu punya pertimbangan dengan sponsor.

"Pasti ada pertimbangan. Saya akan berbicara dengan sponsor karena kondisinya memang seperti ini. Kita akan bicara lebih lanjut dengan para sponsor," jelasnya.

Artikel Tag: Liga 1, Bhayangkara FC, Saddil Ramdani

637  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini