Sarri Kritisi Juventus Karena Main Bertahan Setelah Unggul

Penulis: Rei Darius
Senin 13 Jan 2020, 16:30 WIB
Sarri Kritisi Juventus Karena Main Bertahan Setelah Unggul

Maurizio Sarri tak senang lihat Juventus main bertahan (Image: Zimbio)

Berita Liga Italia: Maurizio Sarri mengakui Juventus bermain baik selama 60 menit pada kemenangan dengan skor 2-1 atas AS Roma, namun malah bermain bertahan saat sudah unggul.

Kemenangan dalam kunjungan ke ibu kota Italia pada hari Minggu (12/1) malam kemarin waktu setempat membuat Il Bianconeri kini menguasai puncak klasemen sementara Serie A, dan dinobatkan sebagai juara paruh musim, setelah Inter Milan ditahan imbang Atalanta dengan skor 1-1 sehari sebelumnya.

Namun tiga poin di Stadio Olimpico ditentukan oleh sepasang gol yang diciptakan oleh Merih Demiral dan Cristiano Ronaldo yang tercipta pada 10 menit pertama pertandingan, sebelum Diego Perotti memperkecil ketertinggalan untuk Il Giallorossi pada menit ke-68.

Sarri mengakui puas dengan hasil yang direngkuh oleh anak-anak asuhnya pada pertandingan kali ini, namun mengeluhkan permainan timnya yang bertahan setelah unggul, padahal bisa memperlebar keunggulan.

"Kami bermain dengan baik selama 60 menit, dan menderita di Olimpico kontra Roma adalah hal yang tak terelakkan," kata sang juru taktik kepada Sky Sport Italia. "Yang tidak saya sukai adalah kami mencoba untuk mempertahankan keunggulan ketimbang menambahnya, sebab pada tiga kali kesempatan, kami mencoba untuk melakukan serangan balik dan tidak mampu menyelesaikannya.

"Kami bermain bagus untuk periode yang panjang, jadi saya puas dengan hasilnya, namun kami mencoba untuk mengalirkan bola di separuh lapangan kami ketika sudah unggul ketimbang melemparkannya ke depan. Saya tidak berpikir bahwa memainkan umpan jauh adalah ide yang bagus, sebab kami tidak memiliki cukup striker yang dominan di udara. Saya yakin itu akan menghasilkan 6-7 gol per musim namun juga bisa membuat kami kebobolan 10 gol.

"Ada risiko dalam permainan kami, namun yang perlu kami lakukan adalah mengalirkan bola ke depan, bukan hanya mempertahankannya tanpa alasan. Kami terlalu ke dalam dan itu tentunya memberikan aancaman. Saya lebih suka bertahan 30 meter lebih jauh ke depan, jadi saya mencoba mengubah sistem demi mengubah situasi itu."

Artikel Tag: Maurizio Sarri, Juventus, AS Roma

684  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini