Sacchi Beberkan Tiga Musuh Utama Dalam Dunia Sepak Bola Saat Ini

Penulis: Nur Afifah
Sabtu 01 Mei 2021, 05:42 WIB
Arrigo Sacchi

Arrigo Sacchi (Sumber: GettyImages)

Berita Liga Italia: Mantan manajer legendaris AC Milan Arrigo Sacchi mengungkapkan tiga musuh utama sepak bola dalam komentarnya mengenai European Super League.

Beberapa hari lalu, dunia sepak bola dibuat heboh dengan pengumuman yang dilakukan oleh 12 klub papan atas Eropa mengenai peluncuran European Super League (ESL) yang akan menggantikan partisipasi mereka di Liga Champions, termasuk Rossoneri.

Kendati demikian, kompetisi tersebut tak bertahan lama dengan klub-klub pesertanya justru memutuskan mundur satu per satu menyusul derasnya protes dari fans dan berbagai pihak.

Sacchi yang pernah membawa Milan ke masa-masa kejayaan turut memberikan komentarnya mengenai proyek tersebut dengan memberikan akar masalah yang menyebabkan kehancurannya.

"Itu adalah hal yang sangat serius, dan saya lebih menyadarinya saat saya membawa cucu saya yang baru berusia tiga tahun jalan-jalan. Pada satu titik kami bertemu kelompok anak yang lebih tua bermain sepak bola," ujar manajer legendaris Italia tersebut.

"Dia bergabung dalam kelompok tersebut dan menendang bola, dan yang lain menyambutnya meski ia lebih kecil. Di sini, inilah sepak bola, inklusi, kesenangan, kegembiraan. Kendati demikian, kita akan melakukan kesalahan besar jika kita tidak menyadari alasan mengapa kita mengajukan proposal serius seperti Super League.

"Sepak bola sedang sakit dan memiliki tiga musuh, ketenaran, bisnis, dan neraca keuangan yang buruk. Mari sejenak kita kesampingkan tentang ketenaran dan memikirkan soal bisnis. Jika Anda pergi ke pertemuan liga dan federasi, kita hanya berbicara tentang uang, tak pernah tentang sepak bola. Aneh.

"Ada tim-tim di Serie A yang memiliki 30 atau 40 pemain, gila. Lalu yang lain melemah. Sedangkan untuk neraca keuangan yang sehat, saya hanya mengatakan satu hal,di perusahaan manapun, jika Anda memiliki pendapatan 100 dan memakan biaya 120, Anda terhempas. Di sepak bola tidak. Mengapa? Dan kemudian apakah menang dengan hutang tepat? Apakah itu jujur? Bukankah itu curang? Sepak bola dilakukan dengan ide-ide, bukan dengan uang.

"Tentu saja, semua komponen harus berpikir pada gelombang yang sama. Bahkan media masa harus berhenti memuji pembelian 100 juta jika Anda tahu 100 juta tersebut tidak ada di sana. Kegagalan Super League merupakan kesempatan untuk mereformasi segalanya, kita berharap tidak melewatkan latihan ini juga. Dalam hal ini, pernyataan Presiden Gravina perlu diapresiasi."

Artikel Tag: Sacchi, Milan, European Super League

724  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini