Robert Alberts Ungkap Moment Paling Berkesan di Sepakbola Indonesia

Penulis: M. Aldi
Selasa 23 Jun 2020, 11:30 WIB
Robert Alberts Ungkap Moment Paling Berkesan di Sepakbola Indonesia

Robert Rene Alberts

Berita Liga 1 Indonesia: Petualangan dari Robert Rene Alberts di beberapa negara di Asia sejak 1992 mengantarkan dia menjadi pelatih Arema. Singo Edan diasuhnya pada Liga Super Indonesia 2009/2010 dan dengan sentuhan magisnya gelar juara bisa diraih.

Robert mengatakan bahwa moment itu merupakan kejadian paling berkesan di Indonesia. Hanya butuh satu tahun baginya meracik komposisi terbaik untuk mengangkat trofi di pengujung musim. Bahkan Robert mengatakan dia tidak menduga bisa menjadi juara sebelumnya.

"Saya berhasil merebut gelar juara bersama Arema. Itu menjadi awal yang bagus dan saya cukup beruntung bisa mendapat hasil yang bagus pula. Meraih gelar juara bersama Arema memang bisa dikatakan tak saya duga dan itu jadi ingatan yang tidak bisa dilupakan," kata Robert ketika diwawancara.

Selain itu ada kejadian lain yang membuatnya tidak bisa lupa dengan Indonesia. Namun moment ini bukan moment indah, tetapi merupakan noda dari sepakbola Indonesia. Saat itu dia hengkang dari Arema ke PSM Makassar di musim 2010/2011.

Saat itu ada konflik di tatanan federasi Indonesia hingga ada dualisme PSSI. PSM lalu menarik diri dari kompetisi LSI untuk mengikuti gelaran liga bentukan LPI. Karena itu Robert lantas memilih untuk pergi dan meninggalkan PSM.

"Pada tahun berikutnya saya pergi ke PSM Makassar di 2010 dan ada banyak masalah internal di PSSI saat itu (dualisme antara kepengurusan dan kompetisi, LPI dan LSI). Saat itu, PSM tidak diizinkan bermain di Makassar melawan Persipura dan jika PSM menang maka akan menjadi peringkat pertama di liga," jelasnya.

"Tapi PSSI menyatakan PSM tidak bisa bermain di Makassar dan harus bermain di Surabaya dan Walikota saat itu menyebut kami tidak harus mengikuti itu, kami akan main di liga lain, tapi saya tidak ikut bergabung karena itu bukan liga resmi, hingga saya memilih pulang ke Malaysia," ujarnya.

Tugas yang belum selesai dengan PSM yang membawanya kembali ke Makasaar saat TSC 2016 lalu. Dia merasa masih memiliki hutang dengan klub berjuluk Juku Eja tersebut. Di musim 2018, Robert nyaris saja membawa PSM menjadi juara, namun finish di bawah Persija yang memimpin klasemen.

"Namun saya kembali ke Indonesia dan ke PSM karena tugas saya saat meninggalkan Makassar saat itu belum selesai. Sayang pada dua musim berikutnya (pasca kembali ke PSM) tepatnya di musim 2018, semua tahu PSM yang pada prinsipnya menjadi juara, tapi karena sesuatu hal kami gagal juara," pungkasnya.

Artikel Tag: robert rene alberts, Persib, Indonesia

645  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini