Ragam Liga Italia: Alvaro Morata, Lahir di Real Madrid, Diciptakan oleh Juventus (Part 2)

Penulis: Rei Darius
Sabtu 08 Okt 2016, 15:36 WIB
Ragam Liga Italia: Alvaro Morata, Lahir di Real Madrid, Diciptakan oleh Juventus (Part 2)

Morata, striker yang diciptakan oleh Juventus

Ligaolahraga - Ragam Liga Italia: Alvaro Morata kerap dianggap sebagai salah satu striker terganas di Eropa, usai tampil begitu gemilang bersama Juventus dimana ia mencetak gol-gol penting di Serie A, Coppa Italia hingga final Liga Champions.

"Carlos Tevez sering berkata kepada saya bahwa Italia seperti universitas bagi para striker. Dia benar, sebab disini saya menjadi pemain yang lebih baik dalam segala aspek. Ini adalah kesempatan unik bagi saya." ujar Alvaro Morata kepada La Gazzetta dello Sport bulan Februari 2015.

Morata mengembangkan kemampuannya dan Liga Champions menjadi tempatnya bersinar, dimana kecepatan yang dimilikinya dan gaya bermain direct-nya sangat menguntungkan bagi taktik yang digunakan oleh Allegri.

Ia mencetak gol di kedua leg babak 16 besar Liga Champions kontra Borussia Dortmund dan membantu Juventus lolos ke babak perempat final, dimana ia sukses memberikan penalti yang dikonversikan menjadi gol oleh Arturo Vidal ke gawang AS Monaco, sekaligus penentu kelolosan Il Bianconeri ke semi-final

Kemudian takdir mempertemukan Morata dan Juventus dengan mantan klubnya, Real Madrid, di babak semi-final. Penebusan dosa, balas dendam dan Real Madrid menunggu, dengan Morata jauh lebih siap untuk membuktikan diri di hadapan klub idola masa kecilnya tersebut.

Morata sukses mencetak gol di kedua leg dan membawa timnya menembus babak final meski Juventus bertindak sebagai tim yang tak diunggulkan dalam pertemuan tersebut. Dan ketika tiba saatnya berlaga di Berlin, pasukan asuhan Allegri harus menghadapi Barcelona yang sedang dalam performa puncak bersama Trio MSN-nya.

Trofi juara tidak menjadi milik Juventus, namun Morata sukses mencatatkan gol di laga tersebut yang sempat memberikan harapan kepada Si Nyonya Tua, sebelum Barcelona membalas dengan dua gol kemudian. Sang striker tidak merayakan golnya ke gawang Real Madrid pada babak semifinal, namun ia benar-benar menikmati golnya ke gawang kubu Catalan.

Setelahnya, musim panas yang berat mendatangi kubu Turin dimana mereka kehilangan tiga pemain bintang sekaligus sekaliber Pirlo, Arturo Vidal dan Tevez, namun Morata tetap mampu menjadi andalan di lini depan dengan mencetak sepasang gol ke gawang Manchester City dan Sevilla yang menyamai rekor Alessandro Del Piero dengan mencetak gol dalam lima laga beruntun di Liga Champions.

Beberapa hari kemudian, ia sukses mencetak gol ke gawang Bologna dalam kemenangan 3-1, namun kemudian ia kembali sulit menemukan performa terbaiknya dan menjalani 19 laga beruntun tanpa mencetak satu gol pun. Ia mulai kehilangan kepercayaan diri dan kerap dicadangkan dengan Allegri lebih memilih menduetkan Paulo Dybala dan Mario Mandzukic di lini depan.

Namun bermain dengan Tevez telah mengajarkan Morata untuk berjuang dan ia tak menyerah dengan kembali ke performa gemilang dimana ia mencetak gol berturut-turut ke gawang Inter Milan, Fiorentina dan rival sekota, Torino, untuk membantu Juventus meraih gelar Scudetto kelima secara beruntun.

Kecepatan yang dimilikinya kembali menjadi senjata utamanya ketika Juventus menghadapi Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions, dimana mereka sempat unggul dua gol, meski pada akhirnya kalah dengan skor 4-2 di Allianz Arena.

Partai final Coppa Italia melawan AC Milan kemudian menjadi ajang bagi dirinya untuk menegaskan kelasnya, sebab ia sukses mencetak satu-satunya gol yang terjadi di laga itu di babak perpanjangan waktu dan mengamankan double winners bagi Juventus.

Sayangnya bagi Juventus, itu merupakan gol terakhir Morata berkostum hitam-putih sebelum kembali ke Real Madrid di musim panas. Dia sudah kembali ke Turin pada hari Kamis (6/10) lalu dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 antara Italia dan Spanyol yang berkesudahan dengan skor 1-1.

Morata masuk menggantikan Diego Costa di babak kedua dan mendapatkan tepuk tangan riuh dari para fans di Juventus Stadium atas kembalinya sang striker ke 'rumah keduanya', meski ia tak mencetak gol di laga itu.

Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport sebelum laga tersebut digelar, Morata mengungkapkan harapannya kepada Juventus. "Saya berharap Juventus selalu menang. Saya masih seorang Juventino dan akan terus begitu."

Itu bukanlah hal yang mengejutkan sebab ia belajar banyak semasa berkostum hitam dan putih. Jati dirinya seperti saat ini mungkin tak akan terjadi tanpa adanya Juventus.

Dia mungkin dilahirkan di Madrid, namun Alvaro Morata tak diragukan lagi diciptakan oleh Juventus.

Artikel Tag: Alvaro Morata, Juventus, Real Madrid, Ragam Liga Italia, Serie A, La Liga

1881  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini